Langkah-langkah pengendalian inflasi kini semakin diperkuat. Melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah berusaha memastikan bahwa setiap keluarga di Jayapura dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Senin, 20/10/2025 (Foto; AnEl)
SENTANI | Suaracyclops.com - Di Kabupaten Jayapura, urusan pangan bukan sekadar soal beras, sayur, atau ikan di pasar. Pangan adalah kehidupan , ia menentukan kesejahteraan, kestabilan ekonomi, dan rasa aman masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya menjaga agar harga bahan pangan tetap terjangkau, pasokan tersedia, dan masyarakat tidak kehilangan daya beli.
Langkah-langkah pengendalian inflasi kini semakin diperkuat. Melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berusaha memastikan bahwa setiap keluarga di Jayapura dapat memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa terbebani oleh lonjakan harga. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), bagian dari gerakan nasional yang bertujuan menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pokok.
Namun, upaya menjaga keseimbangan ekonomi tidak hanya berfokus pada harga. Pemerintah daerah juga menanamkan nilai pentingnya kemandirian pangan lokal. Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard S. Yocku, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah akan memprioritaskan bahan pangan hasil bumi sendiri — makanan yang tumbuh dari tanah Jayapura dan sesuai dengan selera serta kebiasaan masyarakat.
“Kami bersama Dinas Kesehatan, Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan akan berupaya agar menu MBG diisi oleh makanan-makanan lokal yang sehat dan sesuai kebiasaan masyarakat,” ujarnya.
Semangat mencintai pangan lokal juga tampak dalam peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini. Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura menghadirkan lomba cipta menu yang diikuti oleh 13 distrik. Tak ketinggalan, 10 pelaku UMKM binaan berbagai dinas ikut memamerkan produk olahan pangan lokal. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, menunjukkan bahwa pangan lokal bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga potensi ekonomi yang menjanjikan.
Selain itu, berbagai aksi nyata di lapangan terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri rutin melaksanakan pasar murah, inspeksi harga, serta bertemu langsung dengan para distributor. Kampung-kampung seperti Sarmai, Yapkasib, dan Plouwbouw menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga wujud kepedulian.
Merlin, seorang warga Distrik Sentani, mengaku pasar murah sangat membantu keluarganya.
“Harga di pasar kadang naik tiba-tiba, jadi kalau ada pasar murah seperti ini kami bisa sedikit lega,” tuturnya dengan senyum.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, laju inflasi di Kabupaten Jayapura dapat tetap terkendali di bawah rata-rata provinsi. Namun lebih dari itu, pemerintah ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pangan lokal adalah kekuatan daerah, dan ketahanan ekonomi sejati dimulai dari dapur-dapur rumah tangga masyarakat Jayapura.
Di balik setiap butir sagu, setiap ubi, dan hasil bumi yang diolah dengan tangan masyarakat, tersimpan pesan yang sama, bahwa menjaga pangan berarti menjaga kehidupan. Dan dari tanah Jayapura yang subur, semangat itu terus tumbuh menjadi fondasi bagi kemandirian dan kesejahteraan bersama.(RAE/DanTop)
0 Komentar