Foto bersama peserta Bimtek dan Dinas Perpustakaan Provinsi Papua dan Kabupaten Sarmi. Selasa, 28/10/2025 (Foto; Niki Dasem)
SARMI | Suaracyclops.com — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPPTIK) bagi 13 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Sarmi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Oktober 2025, bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan kampung agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat peran literasi di masyarakat.
Bimtek SPPTIK ini merupakan salah satu program prioritas Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua dalam mendukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Melalui kegiatan ini, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang belajar publik yang mendorong peningkatan ekonomi, kualitas hidup, dan literasi masyarakat.
Menurut Bambang Iriantoro dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Bimtek ini diadakan agar pengelola taman bacaan mampu mengelola perpustakaan secara modern dan inklusif.
“Tujuan kegiatan ini adalah agar pengelola TBM dapat mengelola perpustakaan dengan baik dan mengembangkan layanan berbasis inklusi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Bambang di sela kegiatan.
Ia menambahkan, dalam pelatihan tersebut para peserta juga menerima stimulan sarana teknologi informasi, masing-masing berupa satu unit komputer, satu unit printer, dan satu perangkat Starlink. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan literasi berbasis teknologi, memperluas pelibatan masyarakat, serta memperkuat advokasi kepada para pemangku kepentingan di wilayah kerja masing-masing.
Selain bantuan perangkat, peserta juga diberikan pelatihan penggunaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) agar aktivitas dan perkembangan perpustakaan dapat dipantau secara daring oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Sarmi, Dinas Perpustakaan Provinsi Papua, dan Perpustakaan Nasional.
“Kami berharap perpustakaan yang telah mendapatkan bantuan dapat berkembang lebih maju dan menjadi contoh bagi perpustakaan lainnya di Kabupaten Sarmi,” tambah Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sarmi, Yavi H. Bernard, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua terhadap peningkatan kapasitas pengelola TBM di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengelola perpustakaan kami. Selain pelatihan, kami juga menerima bantuan sebanyak 200 eksemplar buku untuk menambah koleksi bacaan di taman bacaan masyarakat,” kata Yavi.
Ia berharap kegiatan Bimtek semacam ini dapat terus dilaksanakan agar para pengelola TBM semakin profesional dan mampu menumbuhkan minat baca masyarakat di Sarmi.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Kabupaten Sarmi, Elisabet Sarce, yang menilai kegiatan Bimtek SPPTIK sangat bermanfaat bagi peningkatan kemampuan pengelola TBM.
“Bimtek ini membuat para pengelola taman bacaan lebih inovatif dan kreatif dalam mengembangkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut agar wawasan para pengelola semakin luas,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional, Elisabet Oyaitouw, yang memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan Provinsi Papua dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Sarmi karena berhasil melakukan replikasi mandiri Bimtek SPPTIK.
“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial memiliki tiga strategi utama, yaitu peningkatan layanan informasi, pelibatan masyarakat, dan advokasi,” jelas Elisabet Oyaitouw.
“Selain itu, penting bagi perpustakaan untuk melakukan publikasi dan replikasi mandiri agar manfaat kegiatan semakin luas.”
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi di Papua, Perpustakaan Nasional juga menyalurkan 1.000 judul buku bacaan dan lemari buku kepada sejumlah TBM di Kabupaten Sarmi. Bantuan ini diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan dan mendorong aktivitas literasi masyarakat di wilayah tersebut.
Kegiatan Bimtek SPPTIK di Sarmi juga mendapat dukungan dari mitra strategis Wahana Visi Indonesia (WVI) serta pemerintah daerah setempat. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya baca dan literasi digital di tanah Papua.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan perpustakaan kampung di Kabupaten Sarmi tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan media pemberdayaan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.(RAE/DanTop)
0 Komentar