Tongkat Patah, Emas Tercipta: Kisah Inspiratif Alfonsina Ondi, Atlet Disabilitas Papua yang Tak Pernah Menyerah

Alfonsina Ondi, Atlet Disabilitas Papua yang harumkan nama Kabupaten  Jayapura di Peparnas 2024 di Kota Solo. (Foto; Doc NPCI)



JAYAPURA | Suaracyclops.com — Kisah inspiratif datang dari dunia olahraga disabilitas. Sosok Alfonsina Ondi, atlet asal Kabupaten Jayapura, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024 di Kota Solo, Alfonsina sukses menyumbangkan medali emas bagi Provinsi Papua sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Jayapura di tingkat nasional.

Ketua NPCI Kabupaten Jayapura, Renaldi David Tokoro, yang turut menyaksikan langsung perjuangan Alfonsina di Stadion Sriwedari, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian sang atlet.

Renaldi David Tokoro, ST, Ketua NPCI Kabupaten Jayapura.


“Saya sangat bangga dengan Alfonsina. Ia bukan hanya berprestasi di bidang olahraga, tapi juga mampu menyelesaikan pendidikannya hingga sarjana (S-1). Sikap lugas dan kemandiriannya menjadi motivasi besar bagi rekan-rekan atlet disabilitas lainnya,” ungkap Renaldi saat ditemui usai kegiatan.

Namun, di balik medali emas yang gemilang itu, tersimpan kisah haru dan perjuangan yang tak banyak diketahui publik. Pada hari pertandingan, tongkat penyanggah Alfonsina tiba-tiba patah, membuatnya tidak bisa berjalan menuju arena.

“Saya panik sekali saat mendengar kabar itu,” kenang Renaldi. “Saya langsung minta sopir mencari tongkat penyanggah baru ke apotek di sekitar Solo. Mereka sempat keliling mencari ukuran yang sesuai. Syukurlah akhirnya ditemukan.”

Dengan tongkat baru di tangan dan waktu yang tersisa sebelum pertandingan berakhir, Alfonsina berhasil melakukan lemparan terbaik dan memastikan dirinya meraih medali emas.

“Puji Tuhan, lemparannya menjadi yang terjauh. Saya melihat senyum bahagia di wajahnya, dan saat itu saya tahu semua perjuangan tidak sia-sia,” tambah Renaldi dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Renaldi, kisah Alfonsina adalah cerminan semangat tanpa batas dari para atlet disabilitas. Ia menegaskan pentingnya dukungan dari semua pihak — keluarga, masyarakat, rohaniawan, hingga pemerintah — agar para atlet penyandang disabilitas terus percaya diri dan termotivasi.

“Kadang kita mudah menyerah karena kondisi fisik kita yang terbatas. Tapi dengan semangat dan dukungan orang terdekat, rasa minder itu bisa hilang,” ujarnya.

Renaldi berharap kisah Alfonsina Ondi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh atlet disabilitas di Papua dan Indonesia untuk terus berjuang menggapai mimpi.

“Mari kita bangun olahraga disabilitas di Kabupaten Jayapura. Mereka punya potensi besar, hanya perlu kesempatan dan dukungan, tutupnya penuh semangat. DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar