Penelitian USTJ–Unipa Dorong Kampung Sereh Jadi Kampung Tangguh Bencana

Suasana sosialisisasi lahan kritis olah Dosen USTJ di Balai Kampung Sereh. Selasa, 13/1/2026 (Foto; Dani)


SENTANI | Suaracyclops.com – Kegiatan sosialisasi informasi lahan kritis di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, merupakan bagian dari program penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) selama tiga tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen USTJ, Anna Maria Labok, usai kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Balai Kampung Sereh, Selasa (13/1).

Menurut Anna Maria, penelitian ini merupakan kolaborasi antara USTJ dan Universitas Papua (Unipa), khususnya Fakultas Kehutanan. Salah satu anggota tim peneliti berasal dari Unipa, yakni Dr. Henry, yang terlibat dalam kajian teknis dan akademik terkait kondisi hutan dan lahan di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini berangkat dari pengalaman bencana banjir besar yang terjadi pada tahun 2019. Dari situ, kami melihat pentingnya membangun kesadaran dini masyarakat terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat kerentanan lahan, mulai dari kategori sedang hingga tinggi, terutama pada wilayah dengan kondisi topografi yang bervariasi, mulai dari datar, landai, hingga sangat curam. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana jika tidak dikelola dengan baik.

Sebagai bentuk solusi, tim peneliti mendorong penerapan konsep agroforestri sebagai salah satu model pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Konsep ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor.

“Output dari kegiatan hari ini adalah informasi yang bisa dipahami langsung oleh masyarakat Kampung Sereh, agar mereka mengetahui kondisi hutan dan lahannya. Ini menjadi bentuk kesadaran bersama untuk menjaga kampung agar bencana serupa tidak terulang,” jelasnya.

Anna Maria menambahkan, hasil penelitian ini nantinya akan dipublikasikan dan dijadikan bahan rekomendasi bagi pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Harapannya, model agroforestri yang dikembangkan di Kampung Sereh dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik topografi dan kerentanan bencana yang serupa.
“Kami berharap Kampung Sereh bisa menjadi kampung unggulan dan tangguh bencana, yang mampu memitigasi atau meminimalisir potensi bencana di masa depan,” katanya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, hadir narasumber dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan USTJ yang merupakan bagian dari tim peneliti. Selain itu, undangan juga dihadiri oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua dan BPBD Kabupaten Jayapura. Sementara itu, perwakilan dari Unipa tidak dapat hadir karena berada di luar Jayapura.

Adapun komposis Tim Peneliti ada 4 orang, diantaranya adalah:
1. Dr. Y L Marnala Sitorus,MT-USTJ (Ketua Tim)
2. ⁠Dr. Henri-UNIPA (Anggota)
3. ⁠Normalia Ode Yanthy,MT-USTJ (Anggota)
4. ⁠Anna Maria Labok,S.T.,M.PWK (Anggota)

“Ke depan, kami berharap kegiatan lanjutan dari penelitian ini bisa melibatkan lebih banyak pihak, termasuk instansi kehutanan, agar upaya menjaga Kampung Sereh dari ancaman bencana dapat dilakukan secara kolaboratif,” tutup Anna Maria. (DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar