Speed Boat Terbalik di Sungai Mamberamo, Tiga Penumpang Ditemukan Meninggal Dunia

Korban meninggal dunia yang berhasil di temukan oleh Tim Basarnas Kelas A Jayapura. di sungai Mambramo Kampung Sikari Kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua. Jumat, 16/1/2026 (Foto; Doc Humas SAR)


MAMBRAMO RAYA | Suaracyclops.com – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan transportasi air kembali dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Jayapura. Sebuah speed boat yang mengangkut enam orang penumpang dilaporkan terbalik dan tenggelam di Sungai Mamberamo, tepatnya di Kampung Sikari, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura, Anton Sucipto, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima pada Rabu, 14 Januari 2026, dari seorang warga bernama Edmon Monim. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari masyarakat, kecelakaan terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 WIT.

“Speed boat tersebut mengalami mati mesin dan hanyut terbawa arus sungai. Tidak lama kemudian, perahu dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam,” jelas Anton.
Dalam peristiwa tersebut, para penumpang sempat melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri. Tiga orang berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, sementara tiga penumpang lainnya dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD, Dinas Kesehatan, serta Polres Mamberamo Raya, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya, pihak terkait meminta bantuan Basarnas untuk memperkuat operasi pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Siaga Pos SAR Sarmi yang dikoordinir oleh Koorpos Yohanis Muay segera melakukan briefing dan persiapan. Tim SAR kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar delapan jam.

Setibanya di Kasonaweja, Kampung Sikari, Tim SAR Gabungan langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamberamo Raya serta keluarga korban. Namun, pada pukul 18.15 WIT, tim menerima informasi dari masyarakat bahwa seluruh korban yang sebelumnya hilang telah ditemukan oleh warga setempat bersama keluarga korban dalam kondisi meninggal dunia.

Dalam operasi SAR tersebut, sejumlah peralatan utama digunakan, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue car, truk personel, drone, AquaEye, PALSAR Air, PALSAR Komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.

Operasi SAR melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Mamberamo Raya, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan berawan, dengan arus sungai yang cukup deras.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR resmi dinyatakan ditutup,” ujar Anton.

Basarnas Kelas A Jayapura mengimbau kepada seluruh pengguna transportasi air agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan, serta memastikan kelayakan mesin sebelum melakukan perjalanan demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (HumasSAR/DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar