Staf Khusus Gubernur Papua OD Apresiasi Sanggar ROBONGHOLO di Kampung Sereh

Suasana foto bersama usai pemotongan kue HUT ke-7 Sanggar Seni dan Budaya Robongholo Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Senin, 19/1/2026 (Foto; Dani)


SENTANI | Suaracyclops.com – Staf Khusus Gubernur Provinsi Papua, Otniel Deda, mengapresiasi keberadaan Sanggar Seni Budaya ROBONGHOLLO yang dinilai memiliki peran penting dalam pelestarian budaya sekaligus edukasi lingkungan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Otniel usai menghadiri peresmian panggung sekaligus perayaan HUT ke-7 Sanggar ROBONGHOLLO, yang digelar di lokasi wisata Dusun Sagu “Ebha Hekhe”, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (19/1).

Menurut Otniel, kunjungannya ke sanggar tersebut dilakukan secara spontan sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah.

“Saya datang karena merasa penting untuk melihat langsung aktivitas sanggar ini. 

Sanggar ROBONGHOLLO cukup unik karena tidak hanya bergerak di bidang seni dan budaya, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan Papua dan makanan lokal,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan Dusun Sagu di Kampung Sereh sebagai aset penting, terutama karena berada di wilayah perkotaan namun masih memiliki sumber pangan lokal yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Dusun sagu ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga soal identitas orang Papua. Ini harus dilestarikan, dan hari ini pemuda-pemuda kreatif seperti Saudara Jimmy Oli mampu membaca peluang itu melalui sanggar,” kata Otniel.

Lebih lanjut, Otniel mengapresiasi inovasi yang dilakukan Sanggar ROBONGHOLLO yang dinilai berhasil menggabungkan seni, budaya, dan isu lingkungan, bahkan menjalin kolaborasi dengan lembaga seperti WWF dan pemerintah.

“Usianya memang baru tujuh tahun, tapi menjaga eksistensi organisasi di tengah tantangan zaman bukan hal mudah. Saya melihat sanggar ini punya visi yang kuat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Otniel juga mendorong pimpinan sanggar untuk segera mendaftarkan ROBONGHOLLO ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, agar memiliki legalitas serta peluang lebih besar dalam pengembangan program.

“Saya berharap sanggar ini bisa menjadi model bagi sanggar lain, bukan hanya tampil di panggung acara, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan dan pelestarian pangan lokal,” tuturnya.

Menurutnya, seni dan budaya Papua tidak bisa dipisahkan dari alam dan lingkungan, karena keduanya merupakan warisan leluhur yang harus dijaga bersama.

“Sanggar ROBONGHOLLO tidak hanya menjaga seni, bahasa ibu, dan identitas budaya, tetapi juga ikut merawat lingkungan. Ini contoh nyata bagaimana budaya dan ekologi bisa berjalan seiring,” pungkas Otniel. (DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar