Tim SAR gabungan evakuasi korban longsor di Batu Putih, Kota Jayapura. Distrik Jayapura Selatan. Sabtu 14/2/2026 (Foto; Humas Sar)
JAYAPURA | Suaracyclops.com –
Korban diketahui bernama Rafles Fonataba/Waromi (22). Ia tertimbun tanah saat melakukan aktivitas penambangan tradisional di lokasi kejadian, pada Sabtu sore (14/2) sekitar pukul 14.30 WIT.
“Pihak keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura,” jelas Anton.
Setelah tiga hari pencarian, salah seorang rekan korban bernama Okto yang masuk ke area longsoran menemukan posisi korban pada pukul 17.57 WIT. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada tim SAR untuk proses evakuasi.
Meski sempat mengalami kendala, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban pada pukul 21.15 WIT dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seorang warga yang tertimbun longsor di kawasan Batu Putih, Gajah Putih, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.
Korban diketahui bernama Rafles Fonataba/Waromi (22). Ia tertimbun tanah saat melakukan aktivitas penambangan tradisional di lokasi kejadian, pada Sabtu sore (14/2) sekitar pukul 14.30 WIT.
Menurut keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton Sucipto, longsor terjadi secara tiba-tiba sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material tanah.
“Pihak keluarga dan warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura,” jelas Anton.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura yang berjumlah 11 personel langsung diterjunkan untuk melaksanakan Operasi SAR di lokasi kejadian.
Setelah tiga hari pencarian, salah seorang rekan korban bernama Okto yang masuk ke area longsoran menemukan posisi korban pada pukul 17.57 WIT. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada tim SAR untuk proses evakuasi.
“Medan cukup sulit dengan material tanah yang masih labil dan rawan longsor. Tim harus bekerja sangat hati-hati karena kondisi di lapangan cukup berbahaya,” kata Anton.
Meski sempat mengalami kendala, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban pada pukul 21.15 WIT dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain:
Basarnas, Polresta Jayapura, KP3 Laut, Koramil Japsek, Bidokkes, ORARI, RAPI, UPC 119 Kota Jayapura, BPBD, PMI, SAKA Wanabhakti, serta keluarga korban dan masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi ini,” tutup Anton Sucipto. (Humas/DanTop)
0 Komentar