SENTANI | Suaracyclops.com – Anggota DPR Kabupaten Jayapura dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Marshita K. S. Idar, SH, menyerap berbagai aspirasi warga dalam kegiatan Reses I Tahun 2026 yang digelar di sejumlah kampung di Distrik Sentani Timur dan sekitarnya.
Reses tersebut berlangsung di Kampung Abar, Kampung Nendali, Kampung Harapan, Kampung Adei Besar, serta ditutup di BTN Kolam, Doyo Baru. Dari pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai mendesak untuk segera ditangani pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi utama adalah ketersediaan air bersih dan sanitasi di Kampung Adei Besar dan Kampung Harapan. Warga mengaku kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, penerangan jalan juga menjadi keluhan hampir di seluruh kampung. Minimnya lampu jalan membuat lingkungan menjadi gelap pada malam hari dan berpotensi meningkatkan tindak kriminal, seperti pencurian.
“Lampu jalan sangat penting agar kampung lebih terang dan aman. Ini juga untuk mengurangi potensi kejahatan,” ujar Marshita.
Warga Kampung Nendali juga kembali mempertanyakan pembangunan Pastu (Pusat Pelayanan Terpadu) yang sudah diusulkan sejak tahun 2024. Meski pihak dinas sempat menyampaikan akan dikerjakan pada 2025, hingga awal 2026 belum ada realisasi di lapangan.
Tak hanya itu, masyarakat di beberapa kampung juga mengusulkan pelatihan tenaga keamanan (security) bagi anak-anak muda. Program ini diharapkan dapat memberikan keterampilan bersertifikat agar mereka bisa bekerja dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Jayapura.
Masukan lain yang tidak kalah penting adalah pembangunan rumah rehabilitasi bagi anak-anak yang kecanduan narkoba. Warga berharap adanya fasilitas khusus agar generasi muda yang terjerumus narkoba bisa mendapatkan perawatan dan kembali menjalani kehidupan normal.
Di Kampung Abar, yang dikenal sebagai kampung pariwisata dan sentra pengrajin gerabah, warga mengeluhkan keterbatasan peralatan produksi. Saat ini, para pengrajin masih menggunakan cara manual karena belum memiliki oven pengering dan alat pembentuk modern.
Masalah sampah juga menjadi sorotan utama. Hampir di semua kampung yang dikunjungi belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai.
“Saya meminta kepala dinas terkait untuk segera turun ke lapangan dan menyiapkan solusi, terutama di wilayah yang belum memiliki tempat sampah. Ini penting agar masyarakat tidak terdampak oleh lingkungan yang kotor dan tidak sehat,” tegas Marshita.
Wawancara ini disampaikan Marshita K. S. Idar, SH, usai melaksanakan Reses I di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah daerah agar bisa masuk dalam program pembangunan ke depan. (DanTop)
0 Komentar