Bangun Generasi Papua: Pelatihan Guru Sekolah Minggu di Argapura Angkat Isu HIV/AIDS

Foto bersama usai pelatihan Guru Sekolah Minggu lintas denominasi Gereja Kingmi Papua, Jemaat Argapura. Sabtu, 28/3/2026 (Foto; Doc Rosalia)



ARGAPURA,JAYAPURA | Suaracyclops.com - Upaya membangun generasi Papua yang kuat dan berkarakter terus dilakukan dari berbagai lini, termasuk melalui pelayanan gereja. Hal ini terlihat dalam kegiatan pelatihan Guru Sekolah Minggu lintas denominasi yang digelar di Gereja Kingmi Jemaat Argapura, Sabtu (28/3).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Akar ini diikuti oleh kurang lebih 20 peserta dari berbagai gereja. Mereka hadir dengan semangat yang sama: belajar, bertumbuh, dan memperkuat peran mereka dalam membina generasi muda sejak usia dini.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada metode mengajar yang kreatif, tetapi juga menghadirkan materi penting yang menyentuh realitas kehidupan saat ini. Salah satu materi yang menjadi perhatian utama adalah tentang bahaya HIV/AIDS bagi generasi Papua, yang disampaikan langsung oleh Dr. Frans Manangsang.

Dengan penyampaian yang jelas dan mudah dipahami, para peserta diajak untuk menyadari bahwa pelayanan kepada anak-anak tidak hanya sebatas pengajaran firman, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam memberikan edukasi kesehatan yang benar dan relevan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang aktif dan keterlibatan dalam setiap sesi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif serta membuka wawasan baru bagi para guru Sekolah Minggu.

Pendeta Dorius Nawipa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat membantu para guru dalam meningkatkan kreativitas serta kualitas pelayanan mereka.

“Pelatihan ini sangat membantu guru-guru untuk lebih kreatif dalam mengajar dan melayani anak-anak. Materi yang diberikan juga sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa materi tentang HIV/AIDS merupakan hal penting yang masih jarang disampaikan dalam pelayanan gereja.

“Edukasi tentang HIV/AIDS ini sangat menarik dan jarang diberikan, padahal ini sangat penting untuk generasi muda Papua,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Yayasan Akar yang sudah melaksanakan kegiatan ini dengan baik hari ini. Kiranya kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk memberkati banyak orang,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Sekolah Minggu dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu menjaga dan membentuk masa depan generasi Papua agar lebih baik (Nage/DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar