SENTANI | Suaracyclops.com — Senator Papua, Carel Simon Petrus Suebu, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura untuk terus menanam pohon dan menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Cagar Alam Cycklops. Ajakan itu disampaikan usai kegiatan penanaman pohon bersama berbagai pihak di kawasan Cycloops, Sabtu (11/10).
Carel Suebu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda reses DPD RI yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas sosial dan lembaga lingkungan seperti Green Laban Ceremony Institute.
“Kami para senator di seluruh Indonesia memang diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan saat masa reses. Salah satunya dengan menanam pohon di daerah masing-masing,” ujar Carel.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan konservasi hutan dan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
“Dalam delapan pasti cita Presiden Prabowo, salah satunya menyangkut soal pangan. Tapi pangan itu sangat tergantung pada ketersediaan air. Karena itu, menjaga hutan seperti Cycklops berarti menjaga sumber air dan kehidupan,” jelasnya.
Menurut Carel, pelestarian hutan Cycklops bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat di sekitar kawasan, terutama mereka yang tinggal di daerah sekitar danau dan lereng gunung.
“Cycklops ini ibarat ibu bagi masyarakat Jayapura. Dari sini kita mendapat air, udara bersih, dan kehidupan. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaganya,” tegas mantan Gubernur Papua itu.
Dalam kegiatan tersebut, Senator Carel juga menggandeng komunitas olahraga untuk ikut berpartisipasi dengan cara unik — mengganti biaya pendaftaran turnamen dengan kegiatan menanam pohon.
“Biasanya kalau ikut turnamen, peserta harus bayar uang pendaftaran. Tapi kali ini saya bilang cukup tanam pohon saja. Ganti uang pendaftaran dengan aksi menanam,” ujarnya sambil tersenyum.
Adapun jenis pohon yang ditanam di kawasan itu antara lain bambu, batoa, dan beberapa jenis tanaman lokal lain yang memiliki fungsi ekologis penting untuk menahan erosi dan menjaga sumber air.
Lebih lanjut, Carel berharap pemerintah daerah bersama masyarakat adat dan kelompok pecinta alam terus memperkuat pengawasan terhadap kawasan hutan Cycklops, agar tidak lagi terjadi bencana serupa seperti longsor besar pada 2019.
“Saya minta pemerintah memperketat pengamanan di sekitar Cycklops, memperkuat tim-tim yang sudah dibentuk, supaya kawasan ini tetap terjaga. Kita tidak ingin bencana seperti dulu terulang lagi,” tutupnya. (DanTop)
0 Komentar