Yusuf Yambeyabdi Tegaskan Komitmen Pemkab Jayapura Jaga Hutan Cycklops dengan Inovasi Ekonomi Hijau

Plt. Sekda Kabupaten Jayapura Yusuf Yambeyabdi saat berikan keterangan pers. Sabtu,  11/10/2025 (Foto;  Dani)


SENTANI | Suaracyclops.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian kawasan cagar alam Cycklops. Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambeyabdi, yang mewakili Bupati Jayapura, Yunus Wonda, usai kegiatan penanaman pohon di kawasan Cagar Alam Cycklops, Sabtu (11/10).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Yusuf mengatakan bahwa upaya pelestarian hutan tidak hanya sebatas menjaga ekosistem, tetapi juga harus memberi nilai tambah bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Bupati Jayapura, Bapak Yunus Wonda, selalu menekankan pentingnya menjaga semua pilar yang berkontribusi terhadap keberlanjutan sumber air dan kehidupan. Hutan Cycklops ini adalah sumber hidup bagi semua makhluk, termasuk manusia,” ungkap Yusuf.

Menurutnya, kawasan Cycklops seluas sekitar 31 ribu hektare merupakan jantung kehidupan masyarakat Jayapura. Karena itu, pemerintah berupaya mencari cara-cara cerdas dan inovatif untuk menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hutan tidak bisa kita batasi secara frontal. Tapi kita perlu menawarkan pendekatan baru — misalnya menanam kayu putih, bambu, atau buah merah — yang tetap memberikan pendapatan ekonomi, tapi tidak merusak hutan,” jelas Yusuf.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat adat sebagai penjaga utama kawasan hutan. Para kepala suku seperti Ondoafi dan pemilik hak ulayat, kata Yusuf, harus dilibatkan secara aktif dan diberi insentif agar tetap menjadi bagian dari sistem perlindungan hutan.

“Secara adat mereka menguasai hutan, tetapi mereka juga punya kebutuhan ekonomi. Pemerintah harus memunculkan inovasi agar para pemilik hak ulayat bisa sejahtera tanpa harus menebang hutan,” tambahnya.

Yusuf turut mengenang peristiwa bencana longsor besar di kawasan Cycklops pada September 2019, yang menelan korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

“Hari ini, selain menanam pohon, kita juga mengenang peristiwa itu. Kami berduka dan terus berdoa bagi keluarga korban. Ini jadi pengingat bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan dunia pendidikan seperti Institut Demokrasi — harus terus diperkuat.

“Kerja sama ini bagian dari komitmen kita sebagai bangsa besar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru dunia,” katanya.

Menutup keterangannya, Yusuf menyampaikan bahwa Pemkab Jayapura akan mengintegrasikan program pelestarian hutan Cycklops dalam kerja Dinas Lingkungan Hidup.

“Ketika Dinas Kehutanan sudah tidak ada, maka tanggung jawab ini menjadi bagian dari Dinas Lingkungan Hidup. Kami akan terus mengkapitalisasi upaya-upaya ini agar keberlanjutan hutan Cycklops bisa terjaga,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar