Foto rapat koordinasi singkat untuk lakukan aksi kemanusiaan di cafe lapangan makam THE, Kampung Sereh, Distrik Sentani. Minggu, 23/11/2025 (Foto; MBT)
SENTANI | Suaracyclops.com — Aliansi Masyarakat Adat Suku Sentani yang tergabung dalam Aliansi Sentani Bersatu, Sejahtera (ASBS) resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai kepada Kepolisian Resor Jayapura. Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan buruknya pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, yang diduga turut mengakibatkan meninggalnya seorang ibu dan bayi, sehingga memicu duka dan kemarahan masyarakat.
Jhon M Suebu, menyampaikan ucapan terima kasih atas gerak cepatnya Gubernur Provinsi Papua dan Bupati Jayapura, tapi kami harus menyampaikan luka yang berdampak buruk terhadap pelayanan kesehatan yang buruk.
Surat pemberitahuan aksi yang ditandatangani Ketua ASBS, Jhon Mauridz Suebu, tertanggal 23 November 2025, mencatat bahwa demonstrasi damai tersebut rencananya akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 25 November 2025
Waktu: Pukul 10.00 WIT – selesai
Lokasi: Halaman Kantor DPRD Kabupaten Jayapura
Dalam surat itu, ASBS menyebutkan jumlah massa yang akan hadir diperkirakan sekitar 100 orang, didukung alat peragaan seperti spanduk berisi tuntutan, foto korban, serta beberapa lembar kertas manila bertulisan. Aksi juga akan menggunakan satu unit mobil pikap dan sistem suara sebagai perangkat penyampaian aspirasi.
Ketua ASBS, Jhon Mauridz Suebu, menyebut aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat adat Sentani terhadap kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Jayapura yang dinilai harus segera dibenahi. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang prima, manusiawi, dan efisien, agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian.
“Kami berharap pihak kepolisian dapat melakukan pengamanan agar aksi berjalan damai, aman, dan lancar. Ini adalah suara duka dan harapan masyarakat Sentani,” tulis Jhon dalam surat pemberitahuan tersebut.
Aksi damai ini turut ditembuskan kepada Ketua DASS (Pelindung), Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, serta arsip internal ASBS.
Masyarakat berharap aksi ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pelayanan di RSUD Yowari agar kejadian serupa tidak terulang. (DanTop)
0 Komentar