Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Papua, Faturrahman bersama WaGub Papua, Aryoko Rumaropen dan Forkompinda meninjau GNPIP 2025 di halaman Kantor Gubernur Papua. Kamis, 13/11/2025 (Foto; Humas BIP)
JAYAPURA | Suaracyclops l.com — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Papua 2025. Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Papua ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BI Papua, Faturrahman, serta dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, S.P., M.Eng, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Faturrahman menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga inflasi Papua yang tetap rendah dan stabil. Ia menegaskan bahwa GNPIP sejak 2022 telah menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, BI, pelaku usaha, kelompok tani, dan akademisi.
“Sinergi ini penting untuk memastikan harga pangan tetap terjaga, terutama menghadapi periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Dorong Produksi Pangan Hingga Libatkan Generasi Muda
BI Papua bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memaparkan sejumlah langkah penguatan pasokan pangan strategis. Beberapa komoditas yang dipersiapkan antara lain:
bawang merah 55 ton,
padi 18 ton, potensi panen cabai 12 ton di Papua Selatan dan 13 ton di Papua Tengah.
Ketersediaan pasokan tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan masyarakat menghadapi Nataru.
Selain penguatan sisi produksi, BI Papua juga melibatkan generasi Z melalui lomba konten edukasi inflasi berbahasa daerah dan lomba karya tulis ilmiah. Program ini bertujuan memperluas literasi inflasi di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat peran anak muda dalam menjaga stabilitas pangan.
BI Papua juga menggelar capacity building bagi media massa untuk memperkuat komunikasi publik terkait isu inflasi.
Apresiasi untuk Petani, Nelayan, dan UMKM
Dalam acara tersebut, BI Papua memberikan apresiasi kepada:
13 kelompok tani dan nelayan
4 distributor sembako
15 UMKM kuliner
Para peserta ini terlibat dalam Gerakan Pangan Murah dan pameran UMKM. BI juga mengajak masyarakat memanfaatkan QRIS TAP, fitur terbaru pembayaran digital untuk mempermudah transaksi.
Penguatan Ketahanan Pangan Papua
Faturrahman menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan indikator penting kekuatan ekonomi suatu negara, terutama di tengah ketidakpastian global.
Papua, katanya, memiliki potensi besar melalui 22.730 petani muda dan milenial. Namun, sebanyak 95 persen di antaranya belum memanfaatkan teknologi pertanian. Karena itu, BI mendorong penerapan smart farming dan Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian Papua.
“Ketahanan pangan yang kuat akan membantu Papua menyukseskan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menurunkan angka stunting,” tegasnya.
Ajak Semua Pihak Jaga Pangan, Jaga Papua
Mengusung tema “Jaga Pangan, Jaga Papua”, BI Papua mengajak pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga pasokan dan harga pangan agar tetap terkendali.
Acara GNPIP Papua 2025 juga diisi dengan talkshow Bincang Ketahanan Pangan: Petani Garda Membangun Negeri, yang menampilkan kisah inspiratif petani muda Papua dalam mengembangkan usaha pertanian berkelanjutan. (BIP/DanTop)
0 Komentar