Kepala Kemenag Kabupaten Jayapura. Steven A Wonmali, ketika memberikan keterangan pers pada Kamis, 11/12/2025 (Foto; Dani)
SENTANI | Suaracyclops.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven A. Wonmali, menegaskan bahwa kehadiran Kristus di dalam keluarga merupakan inti dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Hal tersebut disampaikannya usai Perayaan Ibadah Natal Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Kamis (11/12).
Menurut Steven, sejak awal kelahiran Yesus, nilai-nilai keteladanan dimulai dari keluarga. Ia mencontohkan ketaatan Maria dan Yusuf yang menerima rencana Tuhan, sehingga kasih Allah nyata bukan hanya bagi keluarga kecil mereka, tetapi juga bagi seluruh umat manusia.
“Ketika Yesus hadir dalam keluarga, kasih Tuhan akan tampak dan nyata. Dalam pelayanan-Nya, Yesus menolong banyak orang yang mengalami berbagai penderitaan. Semua itu bermula dari keluarga yang siap menerima Kristus,” ujarnya.
Steven menekankan bahwa penyelesaian berbagai persoalan kehidupan, termasuk tantangan sosial, seharusnya dimulai dari penguatan keluarga sebagai fondasi utama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk membangun sinergi dengan fokus pada pembinaan keluarga.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bupati Jayapura yang dinilainya aktif turun langsung ke lapangan dan menyentuh keluarga-keluarga di tengah masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan contoh baik yang patut didukung oleh seluruh elemen, termasuk Kementerian Agama.
“Kami menyesuaikan program-program kami dengan pendekatan yang sama, yakni menyentuh langsung keluarga. Anak-anak menjadi perhatian utama karena mereka adalah masa depan keluarga, gereja, dan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk nyata pembinaan, Kemenag Kabupaten Jayapura turut mendorong pengembangan minat dan bakat anak-anak, salah satunya melalui kegiatan seni musik seperti ukulele. Upaya ini dilakukan untuk memberikan alternatif positif bagi anak-anak agar tidak hanya terpaku pada penggunaan teknologi.
“Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk mengekspresikan minat dan bakatnya. Ketika mereka diarahkan dengan baik, mereka akan memahami bahwa hidup mereka berharga dan dapat digunakan untuk memuliakan Tuhan,” tambah Steven.
Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga dapat membentuk karakter anak-anak agar mampu menghadapi pengaruh negatif dari luar. Ke depan, Kemenag Kabupaten Jayapura berkomitmen untuk terus menyusun program-program pembinaan yang lebih spesifik dan berkelanjutan bagi anak-anak dan keluarga. (DanTop)
0 Komentar