Kepala Dinas Koperasi, Usaha, Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Jayapura. Haryanto. Kamis, 11/12/2025 (Foto; Aser)



SENTANI | Suaracyclops.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi kampung dan pemberdayaan UMKM masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto, mengatakan bahwa sekitar dua minggu lalu pihaknya telah melaksanakan pelatihan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kampung di Kabupaten Jayapura.

“Pelatihan ini kami harapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada para kepala kampung, ketua dewan pengawas, serta ketua pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Memang kemarin waktunya terbatas sehingga belum semua pengurus bisa terlibat,” ujar Haryanto, Kamis (11/12).

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pelatihan sebelumnya, peserta yang dilibatkan masih terbatas dan sebagian hanya diwakili oleh ketua pemuda kampung. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan waktu serta penyesuaian dengan konsentrasi pendanaan dari pemerintah pusat.

“Ke depan, kami akan menggelar pelatihan lanjutan agar seluruh unsur pengurus koperasi dapat ikut secara lengkap, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris hingga bendahara,” jelasnya.

Haryanto menyebutkan, saat ini Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk di 139 kampung dan 5 kelurahan di Kabupaten Jayapura. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Selain penguatan sumber daya manusia, pihaknya juga mendorong percepatan pembangunan sarana fisik penunjang kegiatan usaha kampung. Dalam hal ini, Dinas Koperasi dan UMKM telah berkoordinasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) setempat, termasuk dalam pemberian materi dan pengukuran awal pembangunan fasilitas usaha.

“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sesuai dengan potensi wilayah pembangunan masing-masing,” katanya.

Ia mencontohkan, kampung-kampung di wilayah Tanah Merah hingga Demta memiliki potensi besar di sektor perikanan. Untuk itu, Koperasi Desa Merah Putih diarahkan mengembangkan usaha pendukung seperti pembangunan gudang penyimpanan ikan agar hasil tangkapan dapat disimpan dengan baik dan harga tetap stabil.

Sementara itu, untuk wilayah perkotaan dan kawasan lainnya, pengembangan usaha koperasi difokuskan pada sektor perdagangan seperti sembako, serta dukungan terhadap pertanian melalui penyediaan peralatan dan sarana penunjang, termasuk pupuk.

“Melalui Koperasi Desa Merah Putih, kami ingin memastikan setiap kampung mengembangkan usaha sesuai potensi yang dimiliki dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Haryanto. (DanTop)