Doa Warga Omon 17 Desember 2025 Terjawab, Kunjungan Bupati Jayapura Hadirkan Harapan Baru 7–8 Januari 2026

Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda,  bersama rombongan tembus keterisolasian Kampung Omon, Suku Elseng, Distrik Gresi Selatan. Rabu, 7/1/2026 (Foto;  Doc Humas)



OMON | Suaracyclops.com —
Mengawali tahun baru 2026, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda melakukan kunjungan kerja (kunker) perdananya ke Kampung Omon, Distrik Gresi Selatan, pada 7–8 Januari 2026. Kunjungan ini bukanlah agenda pemerintahan biasa, melainkan sebuah perjalanan kemanusiaan yang sangat berarti bagi masyarakat Suku Elseng, yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterisolasian.

Bagi warga Kampung Omon, kehadiran Bupati Jayapura bersama rombongan menjadi jawaban atas doa-doa panjang yang dipanjatkan sejak lama. Tangis haru, sukacita, dan rasa syukur menyelimuti kampung kecil di pedalaman itu.

Terutama bagi anak-anak dan kaum perempuan, kunjungan tersebut menghadirkan harapan baru akan kehidupan yang lebih layak.

Bagi tim yang mendampingi Bupati Jayapura, perjalanan ini menjadi pengalaman pelayanan yang penuh makna. Mereka bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat dan merasakan secara langsung kehidupan saudara-saudara mereka di Kampung Omon.

“Mungkin bagi sebagian orang apa yang kami lakukan terlihat sederhana, tetapi bagi saudara-saudara kami yang terisolir di Kampung Omon, kehadiran ini adalah pengharapan yang telah mereka nantikan selama bertahun-tahun. Air mata mereka adalah doa yang akhirnya terjawab,” ungkap salah satu anggota rombongan.

Perjalanan menuju Kampung Omon bukanlah perjalanan yang mudah. Rombongan harus menempuh perjalanan kaki sekitar delapan jam, melewati medan berat dan alam yang penuh tantangan. 

Bahkan dalam perjalanan pelayanan tersebut, terdapat satu aparatur sipil negara (PNS) yang meninggal dunia, menjadi pengorbanan yang mendalam dan meninggalkan duka bagi semua pihak.

Meski demikian, Bupati Jayapura bersama rombongan tetap melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan warga setempat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen pelayanan kepada masyarakat Kampung Omon yang telah menanti dengan penuh harap.

Kunjungan ini diyakini bukan semata-mata kehendak manusia, melainkan wujud kasih Tuhan bagi Papua, khususnya Kabupaten Jayapura. Dalam refleksi rohani yang disampaikan, Bupati Jayapura dipandang sebagai alat Tuhan untuk melayani, karena pelayanan sejati membutuhkan hati yang besar, tulus, dan benar, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama.

“Jabatan hanyalah sebuah nama, tetapi kepemimpinan sejati adalah kepercayaan Tuhan untuk melayani dengan hati. Karunia ini tidak dimiliki semua orang,” demikian pesan yang mengemuka dalam perjalanan tersebut.

Kunjungan kerja ke Kampung Omon juga menjadi ajakan bagi semua pihak untuk menumbuhkan empati dan solidaritas. Kepemimpinan, sebagaimana tercermin dalam perjalanan ini, bukan hanya tentang kebijakan dan kata-kata, tetapi tentang keberanian untuk hadir, berjalan bersama rakyat, dan merasakan langsung penderitaan mereka.

Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, “Kasih Menembus Perbedaan.” Sebuah visi yang diwujudkan melalui langkah nyata, menembus keterbatasan alam dan kenyamanan demi melayani masyarakat.

Kisah perjalanan penuh pengorbanan dan iman ini disampaikan langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Dewi Sibarani Wonda, yang turut mendampingi dan menyaksikan setiap proses pelayanan di Kampung Omon. Menurutnya, alam dan perjalanan panjang tersebut menjadi ruang pembuktian sejati tentang arti pelayanan dari hati yang sesungguhnya.

Kunjungan ini meninggalkan pesan mendalam bahwa pembangunan dan pelayanan sejati dimulai dari keberanian untuk mendengar, memahami, dan mengasihi. Bagi warga Kampung Omon, awal tahun 2026 menjadi titik balik—sebuah awal baru dari harapan yang selama ini hanya mereka titipkan dalam doa. (DW/DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar