Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman. Kamis, 22/1/2026 (Foto; Hunas BIP)



JAYAPURA | Suaracyclops.com – Bank Indonesia (BI) melalui program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025 mencatat telah melayani penukaran uang tunai sebesar Rp34,5 miliar kepada lebih dari 3.000 masyarakat di Provinsi Papua.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 36 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Pecahan uang yang paling diminati masyarakat adalah Rp5.000 dan Rp10.000, yang banyak digunakan untuk kebutuhan Natal dan akhir tahun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, mengatakan SERUNAI merupakan program tahunan BI untuk memastikan ketersediaan uang rupiah, khususnya Uang Pecahan Kecil (UPK), di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Program ini bertujuan memastikan masyarakat mudah mendapatkan uang layak edar, terutama pada momen keagamaan dan libur panjang,” ujar Faturachman dalam keterangan resminya.

Kegiatan SERUNAI 2025 di Papua dimulai dengan kick-off di Kantor Gubernur Papua pada 8 Desember 2025 dan berlangsung hingga 23 Desember 2025. Penukaran uang dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain gereja, instansi pemerintah, perbankan, serta fasilitas publik.

Beberapa lokasi layanan antara lain GKI Sion, GKI Pengharapan, Gereja Immanuel Hamadi, Gereja Gembala Yang Baik, Gereja Pengharapan Sentani, Kantor Perwakilan BI Papua, Kantor Gubernur Papua, Kantor Polda Papua, Bandara Sentani, dan Pelabuhan Jayapura.

Selain di wilayah perkotaan, BI Papua juga memperluas layanan ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) melalui program Kas Keliling yang menjangkau 24 titik di berbagai kabupaten seperti Merauke, Keerom, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Supiori, Jayawijaya, Puncak Jaya, hingga wilayah pegunungan seperti Pegunungan Bintang dan Tolikara.

Menurut BI, upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjamin pemerataan akses layanan keuangan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Papua.

Dengan keberhasilan SERUNAI 2025, Bank Indonesia berharap perputaran uang di daerah dapat berjalan lancar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di penghujung tahun. (Humas/DanTop)