Foto bersama usai kegiatan pelatihan bagi pengajar Sekolah  Minggu , di Komplex YABN, Kelurahan Hynekombe Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Sabtu, 21/2/2026 (Foto; Doc YABN)




SENTANI | Suaracyclops.com — Yayasan Akar, tim penerjemah Alkitab Bahasa Melayu Papua, mengawali tahun 2026 dengan langkah proaktif melalui kegiatan pelatihan bagi para pengajar Sekolah Minggu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengajar sekaligus memperkuat edukasi kepada generasi muda tentang bahaya HIV/AIDS.

Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 20–21 Februari 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIT, bertempat di Kantor Yayasan Akar Tim Penerjemah Alkitab Bahasa Melayu Papua, Jalan Sosial Atas, Kompleks YABN, Sentani. Sebanyak 15 pengajar Sekolah Minggu mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Program ini terselenggara melalui kerja sama Yayasan Akar dengan Puskesmas Sentani, yang turut memberikan materi kesehatan terkait HIV/AIDS. Para peserta dibekali pemahaman dasar tentang HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pendekatan edukatif yang tepat untuk menyampaikan informasi kepada anak-anak dan remaja.

Ketua Yayasan Akar, Maryam Yoku, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya yayasan untuk “menjemput bola” di awal tahun dengan memperlengkapi para pengajar sebagai ujung tombak pendidikan moral dan kesehatan bagi generasi muda.

“Kami ingin para pengajar Sekolah Minggu tidak hanya mengajar nilai-nilai iman, tetapi juga mampu memberikan edukasi penting tentang kesehatan, khususnya bahaya HIV/AIDS, sehingga generasi muda dapat memahami dan menjaga diri sejak dini,” ujar Maryam Yoku saat menyampaikan tujuan pelatihan.

Ia menambahkan, pengajar Sekolah Minggu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pemahaman anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk dibekali pengetahuan yang benar serta metode mengajar yang efektif dan mudah dipahami.

Sementara itu, pihak Puskesmas Sentani menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS, khususnya di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Yayasan Akar berharap para pengajar dapat menjadi agen edukasi yang mampu menyampaikan pesan kesehatan secara tepat, sehingga generasi muda di Papua dapat tumbuh dengan kesadaran yang baik, serta memiliki masa depan yang sehat, kuat, dan berkarakter. (Maryam/DanTop)