KENDATE,JAYAPURA | Suaracyclops.com – Masyarakat adat Kampung Kendate mencatat momen penting dalam sejarah kepemimpinan tradisional mereka.
Pada Sabtu pagi (28/3), Ibrahim Waisamon resmi dikukuhkan sebagai Ondoafi atau pemimpin adat Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura melalui prosesi sakral yang berlangsung khidmat.
Upacara adat tersebut digelar dalam suasana penuh makna, meskipun sejak pagi wilayah Kendate diguyur hujan. Bagi masyarakat setempat, hujan justru dimaknai sebagai simbol restu alam atas kepemimpinan baru.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh tokoh adat dari Kampung Demoi Yokari. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bagian dari seremoni, tetapi juga menjadi simbol kuatnya hubungan kekerabatan dan ikatan historis antar-kampung di wilayah pesisir Jayapura.
Dalam ritual tersebut, Ibrahim Waisamon dikenakan atribut kebesaran adat berupa mahkota burung cenderawasih dan kalung manik-manik pusaka. Pemasangan atribut ini menandai peralihan tanggung jawab sebagai penjaga adat, tanah, serta kehidupan masyarakat Kendate.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyebut hujan yang turun saat upacara sebagai pertanda baik.
“Hujan ini adalah air kehidupan.
Alam seolah menyambut pemimpin baru dengan kesejukan. Ini menjadi tanda harapan akan kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat Kendate,” ujarnya.
Pengukuhan ini juga menjadi pengingat penting bagi generasi muda akan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Di tengah perkembangan zaman, peran Ondoafi dinilai tetap krusial dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan perubahan sosial.
Sebagai pemimpin adat yang baru, Ibrahim Waisamon diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang tetap menghormati kearifan lokal.
Rangkaian acara ditutup dengan jamuan bersama dan tarian adat sebagai bentuk syukur atas berlangsungnya prosesi pengukuhan. (DanTop)
0 Komentar