Dorongan Prof. Dr. Fredrik Sokoy untuk Perubahan RSUD Yowari, dr. John Manangsang Jadi Harapan Baru

Gagasan ini disuarakan oleh
Prof. Dr. Fredrik Sokoy
demi pelayanan yang lebih cepat, adil, dan manusiawi. Rabu, 25/3/2026 (Foto; Doc melon ss)



SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com – Polemik yang terjadi di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, mendapat perhatian dari kalangan intelektual Papua. Salah satunya disampaikan oleh Prof. Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos., M.Sos, yang menilai perlunya pembenahan serius dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada aspek kepemimpinan dan pola pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Prof. Sokoy, RSUD Yowari membutuhkan sosok direktur dari kalangan dokter yang memiliki kemampuan leadership yang kuat serta mampu membangun tim kerja yang solid. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran wakil direktur dengan latar belakang pendidikan manajemen rumah sakit guna memperkuat tata kelola institusi.

“Penunjukan direktur merupakan kewenangan Bupati sebagai kepala daerah. Karena itu, figur yang dipilih harus memenuhi persyaratan akademik, memiliki kompetensi yang memadai, serta kemampuan manajerial yang baik,” ujarnya.

Selain soal kepemimpinan, Prof. Sokoy juga mendorong adanya perubahan mendasar dalam sistem pelayanan kesehatan. Ia mengusulkan penerapan layanan rumah sakit mobile yang secara aktif menjangkau masyarakat.

“Pelayanan kesehatan ke depan harus berubah. Minimal tiga kali dalam seminggu dilakukan pelayanan mobile, bahkan langsung dari rumah ke rumah secara gratis. Pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pendekatan ini akan mengubah pola layanan yang selama ini cenderung menunggu pasien datang ke rumah sakit, menjadi pelayanan yang proaktif dan menyentuh langsung masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani sejak dini.

Dalam konteks tersebut, Prof. Sokoy juga menyebut nama dr. John Manangsang sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki semangat pelayanan berbasis kemanusiaan dan layak dipertimbangkan.

“Pelayanan dengan hati, berlandaskan kasih, harus menjadi prioritas. Pola kerja seperti inilah yang dapat membantu kita menyelesaikan persoalan kesehatan dari hulu hingga hilir,” katanya.

Lebih lanjut, ia turut menyoroti perlunya pembenahan dalam sistem BPJS Kesehatan, khususnya dalam mendukung pelayanan langsung di lapangan. Menurutnya, integrasi antara pelayanan medis dan administrasi BPJS perlu diperkuat agar tidak menjadi hambatan bagi masyarakat.

“Selama ini kita sering lupa bahwa keselamatan pasien adalah yang utama. Dengan integrasi sistem pelayanan dan administrasi, masalah kesehatan bisa diminimalisir sejak dari rumah sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat menghadirkan terobosan nyata dalam pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses layanan yang cepat, mudah, dan manusiawi. (DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar