SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com– Tokoh muda Papua, Otis Suwae, mengajak seluruh elemen pemimpin di Tanah Papua untuk mengedepankan persatuan dan dialog dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang, khususnya terkait pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) serta perbedaan pandangan antara Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Dalam keterangannya, Otis Suwae yang juga Ketua Forum Gembala Papua menilai bahwa pelaksanaan Otsus yang telah berjalan lebih dari satu dekade kini memasuki fase penting di dekade kedua. Ia berharap kebijakan tersebut dapat diterjemahkan secara jelas hingga ke tingkat pasal, sehingga benar-benar dipahami oleh masyarakat maupun para pemimpin di Papua.
“Otsus ini sudah berjalan satu dekade dan kita masuk ke dekade kedua. Harapannya, seluruh substansi bisa dipahami dengan baik, baik oleh rakyat maupun para pemimpin orang Papua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran sumber daya manusia Papua yang terdidik dan memahami situasi daerah, baik yang berada di tingkat lokal maupun nasional, untuk turut mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua.
Terkait dinamika yang terjadi antara MRP dan DPD RI, Otis menilai perbedaan tersebut tidak perlu menjadi konflik berkepanjangan, apalagi hingga memicu polemik di media sosial.
“Persoalan ini tidak perlu diperkeruh. Kita butuh duduk bersama, mencari solusi. Baik MRP maupun perwakilan di DPD RI dan DPR RI harus bisa satu meja membahas kepentingan masyarakat Papua,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perdebatan yang tidak sehat di ruang publik justru berpotensi memecah belah masyarakat Papua dan membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
“Kita orang Papua ini jumlahnya sedikit. Kalau terus terpecah dan saling konflik, itu justru merugikan rakyat dan mudah dimanfaatkan pihak lain,” katanya.
Otis turut mengajak para pemimpin gereja, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat di Papua untuk bersama-sama meredam konflik serta mengedepankan dialog yang damai dan bermartabat.
“Kalau ada persoalan, mari kita duduk satu meja, bicara baik-baik, saling memaafkan, dan mencari konsep terbaik untuk masa depan Papua,” tambahnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat luas dibandingkan kepentingan kelompok.
“Mari kita bersatu, benahi persoalan dari tingkat nasional hingga daerah, demi Papua yang lebih baik ke depan,” pungkasnya. (DanTop)
0 Komentar