SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com — Kebangkitan Persidafon di tahun 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk penyelenggara turnamen lokal. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul sejumlah catatan penting terkait proses rekrutmen pemain yang dinilai perlu dibenahi.
Origenes Kaway, selaku penyelenggara Tournament Yoro Cup, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura atas upaya menghidupkan kembali Persidafon yang sempat vakum hampir satu dekade.
“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati. Apa yang selama ini menjadi mimpi masyarakat akhirnya mulai terwujud. Persidafon yang hampir 10 tahun tidak berjalan, kini sudah mulai bangkit,” ujarnya saat ditemui di Kamoung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura Senin (23/3).
Meski demikian, Origenes menilai proses rekrutmen pemain Persidafon saat ini belum maksimal dan berpotensi salah arah. Ia menekankan bahwa Kabupaten Jayapura memiliki banyak potensi pemain lokal yang selama ini tampil dalam berbagai turnamen, namun belum sepenuhnya dilirik.
“Turnamen di Kabupaten Jayapura ini berjalan cukup lama dan konsisten. Banyak pemain lokal yang tampil dan punya kemampuan, tapi belum tersentuh. Seharusnya mereka ini jadi prioritas,” katanya.
Menurutnya, proses seleksi pemain harus dilakukan secara lebih serius dan objektif, bukan sekadar formalitas atau kepentingan tertentu. Ia juga mengingatkan agar pembinaan sepak bola tidak berorientasi pada keuntungan semata, melainkan fokus pada pengembangan bakat generasi muda.
“Kalau memang mau bangun Persidafon, jangan cari keuntungan dulu. Bina anak-anak dengan baik, kembangkan kemampuan mereka. Jangan hanya untuk menyenangkan pihak tertentu, tapi hasilnya tidak maksimal,” tegasnya.
Origenes juga menyarankan agar tim manajemen lebih aktif menjaring talenta dari kampung-kampung di wilayah Kabupaten Jayapura, seperti Sentani, Tanah Merah, hingga daerah lainnya yang selama ini dikenal memiliki potensi pemain berbakat.
Ia bahkan menilai, jika manajemen tidak bekerja dengan hati dan strategi yang tepat, maka kebangkitan Persidafon dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
“Kalau pola seperti ini terus, saya yakin paling hanya satu atau dua tahun saja. Setelah itu akan kembali menurun. Lebih baik direkrut ulang dan fokus pada pemain lokal yang benar-benar punya potensi,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Origenes berharap manajemen Persidafon dapat dievaluasi dan diisi oleh orang-orang yang memiliki komitmen kuat dalam membangun prestasi olahraga di Kabupaten Jayapura.
“Kalau memang ingin maju, manajemen harus diisi oleh orang-orang yang bekerja dengan hati, bukan sekadar mencari keuntungan,” pungkasnya. (DanTop)
0 Komentar