SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Laut Papua dinilai memiliki posisi yang sangat strategis, tidak hanya bagi pembangunan Papua dan Indonesia, tetapi juga dalam konteks dinamika maritim global. Hal tersebut disampaikan Dr. John Manangsang Wally, M.Kes dalam pengantar bukunya yang mengangkat tema “Laut Papua dalam Perspektif Global”.
Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dan berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam konteks tersebut, Laut Papua menempati posisi khusus karena berada di ujung timur Indonesia dengan kekayaan sumber daya hayati dan nonhayati yang melimpah serta nilai sosial, budaya, ekonomi, ekologi, dan geopolitik yang tinggi.
“Laut Papua tidak hanya dipandang sebagai hamparan perairan, tetapi juga sebagai ruang hidup, ruang pembangunan, dan ruang strategis yang menentukan masa depan Papua dan Indonesia,” ujarnya.
Pada tingkat lokal, Laut Papua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat. Laut bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga menyatu dengan identitas budaya, nilai sosial, pengetahuan tradisional, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat Papua.
Karena itu, pengelolaan sumber daya laut dinilai harus menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan dalam mendukung terwujudnya visi Papua Emas 2041.
Di tingkat nasional, Laut Papua memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi biru, ketahanan pangan, energi, serta penguatan pertahanan dan keamanan negara. Posisi strategis tersebut semakin penting di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap kawasan Indo-Pasifik.
Sementara pada tingkat internasional, Laut Papua berada dalam kawasan yang terhubung dengan jalur maritim global dan memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Kondisi ini menjadikan Laut Papua relevan dalam berbagai agenda kerja sama internasional, konektivitas kawasan, hingga upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dr. John menjelaskan bahwa wilayah laut Indonesia, termasuk Laut Papua, merupakan bagian dari jalur pelayaran internasional yang menghubungkan berbagai benua dan samudra. Jalur tersebut menjadi lintasan penting bagi distribusi energi, bahan baku, dan berbagai produk industri dunia.
Secara khusus, wilayah Biak Numfor hingga pesisir utara Jayapura dinilai memiliki keunggulan geopolitik karena berada di kawasan yang berdekatan dengan jalur strategis Samudra Pasifik dan terhubung dengan kawasan Indo-Pasifik. Potensi ini membuka peluang pengembangan pusat logistik internasional, riset kelautan tropis, serta berbagai aktivitas ekonomi berbasis maritim.
“Papua sesungguhnya memiliki modal geopolitik yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan konsep poros maritim dunia sebagai sistem yang nyata, memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, sekaligus mendukung kepentingan nasional dan global,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Laut Papua harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, sosial budaya, hukum, geopolitik, geostrategi, dan diplomasi maritim.
Melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berkeadilan, Laut Papua diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Papua Emas 2041, Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam percaturan maritim dunia. (DanTop)
0 Komentar