JAYAPURA | Suaracyclops.com — Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Propinsi Papua dari Pokja Perempuan, Fibiola Iriani Ohei, melakukan pertemuan dengan perwakilan Duta Besar Singapura guna membahas peluang kerja sama ekonomi, khususnya pemasaran produk lokal Papua ke pasar internasional.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai potensi unggulan dari tanah Papua, mulai dari produk UMKM asli orang Papua hingga hasil alam yang dinilai memiliki nilai jual tinggi di pasar global. Salah satu fokus utama adalah membuka akses buyer dan memperluas jaringan pemasaran di Singapura sebagai pintu masuk perdagangan internasional. Kamis (26/3).
“Kami ingin produk-produk lokal Papua bisa mendapatkan tempat di pasar global, khususnya di Singapura. Ini peluang besar bagi pelaku UMKM orang asli Papua untuk berkembang,” ujar Fibiola.
Selain itu, isu carbon trade atau perdagangan karbon turut menjadi topik penting dalam diskusi.
Menurut Fibiola, negara-negara seperti Singapura, Dubai, dan Inggris telah memberi perhatian serius terhadap perdagangan karbon sebagai bagian dari upaya global mengatasi perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa hutan Papua yang selama ini dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan global.
Namun, masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat dinilai belum mendapatkan manfaat ekonomi yang sepadan.
“Selama ini hutan kita tetap terjaga, tetapi masyarakat adat belum merasakan dampak ekonomi secara langsung. Ke depan, harus ada mekanisme yang adil, di mana setiap pohon yang dijaga memiliki nilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, pihak perwakilan Singapura juga menyampaikan undangan kepada delegasi Papua untuk berkunjung langsung guna melihat peluang pasar serta menjajaki kerja sama lebih lanjut.
MRP melalui Pokja Perempuan pun mengajak pelaku UMKM di Papua untuk bersiap meningkatkan kualitas produk dan daya saing agar mampu menembus pasar internasional.
“Ayo UMKM Papua, ini saatnya kita go internasional. Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelola dan mempromosikannya dengan baik,” tutup Fibiola. (DanTop)
0 Komentar