SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Semangat membangun kemandirian tidak hanya diwujudkan melalui prestasi olahraga, tetapi juga melalui kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Hal itulah yang menjadi pesan utama dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi Atlet Disabilitas yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua bekerja sama dengan National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Jayapura di Hotel Sunny Garden Lake, Sentani, Selasa (16/6/2026).
Kepala OJK Provinsi Papua, Fatwa Aulia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengakses layanan keuangan yang aman, mudah, dan bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.
“Melalui edukasi ini, kami ingin para atlet disabilitas memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, penggunaan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan dan aktivitas keuangan ilegal,” ujar Fatwa.
Ia menjelaskan, OJK terus mendorong penerapan Pedoman SETARA (Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya) sebagai upaya menciptakan layanan keuangan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Dengan akses yang semakin terbuka, penyandang disabilitas diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan ekonomi, baik sebagai konsumen maupun pelaku usaha yang produktif.
Fatwa menambahkan, perkembangan teknologi digital saat ini membawa banyak kemudahan, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara mengenali investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai modus penipuan digital yang semakin marak terjadi.
“Literasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat, mengelola pendapatan secara bijak, serta terhindar dari kerugian akibat aktivitas keuangan yang tidak resmi,” katanya.
Lebih jauh, ia berharap edukasi keuangan tidak berhenti pada peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Menurut Fatwa, peningkatan literasi keuangan akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga, peningkatan produktivitas masyarakat, dan tumbuhnya usaha-usaha lokal yang mampu mendorong pembangunan daerah.
“OJK percaya bahwa pembangunan Papua tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang berprestasi, tetapi juga masyarakat yang cakap finansial, mandiri, dan mampu memanfaatkan sektor jasa keuangan secara sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui sinergi antara OJK, pemerintah daerah, komunitas disabilitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan lahir generasi Papua yang semakin tangguh menghadapi tantangan zaman dan mampu mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan. (DanTop)
0 Komentar