Wakil Bupati Jayapura Klarifikasi Polemik Masuk Stadion Persipura: “Tidak Ada Masalah, Hanya Miskomunikasi”

Panpel Persipura foto bersama Wakil Bupati Jayapura usai pertemuan singkat di ruang kerja Wakil Bupati. Selasa, 21/4/2026 (Foto; Doc JY)



SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com — Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, akhirnya angkat bicara terkait polemik yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan mengenai dirinya yang disebut-sebut sempat dilarang masuk stadion saat pertandingan Persipura Jayapura.

Dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan dengan panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persipura di ruang kerjanya, Selasa (21/4), Haris menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar.

“Perlu saya sampaikan bahwa apa yang ditulis di media itu sebenarnya tidak benar. Tidak ada penghadangan atau keributan. Itu murni bagian dari tugas panitia di lapangan,” ujarnya.

Haris menjelaskan, dirinya datang ke stadion bersama dua anaknya dan beberapa ajudan, tanpa mengenakan atribut resmi. Ia juga memastikan telah mengantongi tiket resmi.

“Saya datang bawa tiket, bahkan ada dua tiket Real Box. Tapi karena aturan satu tiket untuk satu orang, saya berikan tiket itu kepada anak saya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedatangannya ke stadion bukan untuk menonton pertandingan secara penuh, melainkan menjalankan tugas kedinasan.

“Saya ke sana karena ada dokumen penting yang harus ditandatangani oleh Bupati. Jadi bukan untuk nonton bola,” katanya.

Setelah menyerahkan tiket kepada anaknya, Haris mengaku masuk melalui jalur lain untuk menemui Bupati, menyelesaikan urusan administrasi, lalu kembali pulang usai pertandingan.

Terkait kejadian di pintu masuk stadion, ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari prosedur yang dijalankan petugas.

“Saya menghormati petugas. Mereka hanya menjalankan tugas. Apalagi saya masuk dari pintu samping, bukan pintu VIP seperti biasanya. Wajar kalau mereka tidak mengenal saya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah daerah selalu membeli tiket resmi setiap kali menonton pertandingan Persipura.

“Kami selalu beli tiket. Bahkan sering kami beli lebih untuk dibagikan kepada masyarakat agar bisa nonton bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haris mengajak masyarakat untuk menjadi suporter yang baik dengan cara membeli tiket dan menjaga ketertiban.

“Kalau kita bilang fans Persipura, ya beli tiket dan jangan anarkis. Itu yang paling penting,” pesannya.

Menurutnya, Persipura Jayapura bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan masyarakat Papua.

“Persipura itu bukan hanya soal bola. Persipura adalah harga diri kita,” ujarnya.

Ia pun memastikan bahwa polemik yang terjadi telah diselesaikan secara baik bersama panitia pelaksana.

“Kami sudah duduk bersama dengan panpel. Ini hanya miskomunikasi. Ke depan tentu akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” tutupnya. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar