Ondofolo Kampung Hobong Ajak Masyarakat Sukseskan Rapat Besar Masyarakat Hukum Adat Suku Sentani

Ondofolo Kampung Hobong, Yunus Piet Ibo. Rabu, 15/7/2026 (Foto; Dani)



SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Ondofolo Kampung Hobong, Yunus Piet Ibo, mengajak seluruh masyarakat adat Sentani untuk mendukung dan menghadiri Rapat Besar Masyarakat Hukum Adat Suku Sentani (PHUYAKHA) yang akan digelar sebagai wadah memperkuat persatuan serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat di Tanah Sentani.

Dalam wawancara yang dilakukan di Kampung Hobong, Rabu (15/7/2026), Yunus Piet Ibo mengatakan bahwa rapat besar tersebut merupakan langkah positif yang patut didukung oleh seluruh masyarakat karena bertujuan membangun masa depan Sentani yang lebih baik.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. Mari kita hadir agar kita mengetahui secara langsung apa tujuan dari rapat besar ini. Jangan menilai sebelum memahami isi dan maksud dari pertemuan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami substansi pelaksanaan rapat besar tersebut. Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas, melainkan hadir dan mendengarkan langsung hasil pembahasan bersama para tokoh adat.

Yunus Piet Ibo menegaskan bahwa lembaga adat pada dasarnya memiliki tugas mulia, yakni mengayomi, melindungi, membina, dan menjaga kehidupan masyarakat adat. Oleh sebab itu, seluruh komponen masyarakat diharapkan dapat bersatu memperkuat peran adat dalam menjaga keharmonisan kehidupan bersama.

Ia juga menyoroti kondisi sosial di wilayah Sentani yang menurutnya memerlukan perhatian bersama. Berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi alasan penting dilaksanakannya rapat besar sebagai forum musyawarah untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat hukum adat Sentani.

Selain itu, Yunus Piet Ibo mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai gangguan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di kampung-kampung adat. Ia mencontohkan adanya sejumlah persoalan yang pernah terjadi di beberapa wilayah sehingga diperlukan sikap bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Kita semua harus menjaga tanah adat, menjaga etika, sopan santun, serta menghormati nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Jangan sampai lingkungan dan kehidupan masyarakat adat kita dirusak oleh siapa pun," tegasnya.

Melalui momentum Rapat Besar Masyarakat Hukum Adat Suku Sentani, Yunus Piet Ibo berharap seluruh elemen masyarakat dapat mempererat persatuan serta memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan adat, budaya, keamanan, dan masa depan masyarakat hukum adat Sentani. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar