Koordinator Sekolah Lentera Harapan Bersyukur Pemalangan Dibuka, Pembelajaran Siswa Kembali Dipersiapkan

Koordinator Sekolah Lentera Harapan Kampung Harapan, Andreas Radianto. Rabu, 5/8/2026 (Foto; Dani)



SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com – Koordinator Sekolah Lentera Harapan Kampung Harapan, Andreas Radianto, menyampaikan rasa syukur atas dibukanya kembali akses menuju SD Inpres Lentera Harapan di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, setelah sempat dipalang selama kurang lebih empat bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andreas usai pembukaan palang oleh pemilik hak ulayat, Rabu (5/8).

Menurut Andreas, pembukaan kembali sekolah menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi pihak sekolah karena selama empat bulan terakhir proses belajar mengajar harus dilakukan dengan berbagai keterbatasan.

"Pertama-tama kami mengucapkan syukur kepada Tuhan atas solusi yang telah dicapai. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dan pemilik hak ulayat yang telah membuka akses sekolah sehingga anak-anak dapat kembali memperoleh hak mereka untuk belajar," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama gedung SD Inpres Lentera Harapan tidak dapat digunakan, siswa SD terpaksa bergabung dengan siswa SMP dan SMA di lingkungan Yayasan Lentera Harapan. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran tidak berlangsung secara optimal karena seluruh jenjang pendidikan harus berbagi ruang kelas dan waktu belajar.

"Selama ini kami mengatur jadwal bergantian. Awalnya siswa SD belajar dari pagi hingga sekitar pukul 11.00 WIT, kemudian dilanjutkan siswa SMP dan SMA hingga sore. Dalam sepekan terakhir jadwal itu kami tukar, tetapi hasilnya tetap tidak maksimal," jelasnya.

Andreas menuturkan, keterbatasan ruang belajar membuat seluruh pihak harus menyesuaikan jadwal pembelajaran. Bahkan, pada pekan ini sebagian siswa SD masih menjalani pembelajaran dari rumah karena sekolah sedang mempersiapkan kegiatan ujian bagi siswa SMA.

Meski demikian, ia memastikan setelah pembukaan palang, pihak sekolah bersama orang tua akan segera melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah yang selama empat bulan tidak ditempati.

"Kondisi sekolah memang sudah tidak terawat karena kami tidak bisa masuk selama pemalangan berlangsung. Dalam beberapa hari ke depan kami bersama orang tua akan membersihkan lingkungan sekolah agar anak-anak dapat segera kembali belajar di ruang kelas mereka," katanya.

Andreas berharap proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat sehingga para siswa tidak lagi mengalami keterlambatan pembelajaran.

Ia juga berharap setiap persoalan yang muncul di kemudian hari dapat diselesaikan melalui dialog tanpa mengganggu hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

"Harapan kami sederhana, kalau ada persoalan silakan diselesaikan melalui musyawarah, tetapi sekolah tetap dibuka. Jangan sampai proses belajar mengajar kembali terganggu karena yang paling dirugikan adalah anak-anak," tegasnya.

Dengan dibukanya kembali SD Inpres Lentera Harapan, pihak sekolah optimistis kegiatan belajar mengajar dapat segera pulih secara bertahap, sehingga seluruh siswa kembali mendapatkan layanan pendidikan yang layak setelah hampir empat bulan mengalami keterbatasan proses pembelajaran. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar