Ketua DAS Sentani Tanggapi Wacana Kongres Adat, Tekankan Harus Lewat Mekanisme Resmi

Ketua DAS Sentani. Origenes Kaway. Jumat, 13/3/2026 (Foto; Dani)




SENTANI-JAYAPURA | Suaracylops.com – Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Origenes Kaway, menanggapi munculnya wacana pelaksanaan kongres adat yang belakangan menjadi perbincangan di ruang publik. Menurutnya, kongres adat merupakan forum resmi yang tidak bisa disampaikan sembarangan tanpa melalui mekanisme kelembagaan.

Hal tersebut disampaikan Origenes Kaway saat ditemui di kediamannya di Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Jumat (13/3), menanggapi pernyataan salah satu tokoh adat, Yo Ondofolo Rames Wally.

Kaway menegaskan bahwa kongres adat pada dasarnya merupakan pertemuan besar yang harus dipersiapkan secara resmi melalui undangan dan keputusan bersama dalam lembaga adat.

“Kalau bicara kongres, itu harus melalui rapat resmi dan digagas oleh ketua bersama seluruh perangkat yang ada di lembaga adat. Tidak bisa hanya disampaikan di ruang publik tanpa mekanisme yang jelas,” ujarnya.

Ia menilai, dalam struktur adat Sentani, status dan tanggung jawab seorang tokoh adat tidak hanya ditentukan dari pernyataan di media atau ruang publik, tetapi dari peran nyata dalam kehidupan masyarakat adat.

Menurutnya, tugas utama kepala suku dan pemimpin adat adalah menjaga dan memelihara kehidupan masyarakat, termasuk dalam berbagai urusan sosial dan adat istiadat.

“Tugas adat itu jelas, seperti memelihara masyarakat, mengurus berbagai urusan adat termasuk perkawinan atau mas kawin, serta persoalan sosial di kampung. Itu tanggung jawab kepala suku dan pemimpin adat,” jelasnya.

Kaway juga mengingatkan agar pembahasan mengenai adat dilakukan secara beretika dan menghormati mekanisme lembaga adat yang telah ada. Ia menilai, forum rapat adat merupakan ruang yang tepat untuk membicarakan berbagai persoalan, termasuk rencana pelaksanaan kongres.

“Kalau ada gagasan atau pikiran tentang kongres, sebaiknya disampaikan dalam rapat adat. Kita ini orang beradab, jadi semua dibicarakan dalam forum resmi,” katanya.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan pelaksanaan kongres adat di masa mendatang.
 Menurutnya, Dewan Adat Suku Sentani juga telah memiliki rencana untuk melaksanakan kegiatan tersebut, namun masih menunggu waktu dan momentum yang tepat.

Selain itu, Kaway menyebutkan bahwa saat ini pihaknya juga sedang memprioritaskan penyelesaian pembangunan kantor Dewan Adat sebagai pusat kegiatan kelembagaan adat di Sentani.

“Kongres pasti akan dilaksanakan. Tetapi saat ini kami juga fokus menyelesaikan kantor Dewan Adat terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa bersama-sama mempersiapkan kongres secara baik,” ujarnya.

Ia berharap seluruh tokoh adat dan masyarakat dapat menjaga kebersamaan serta menghormati mekanisme yang berlaku dalam lembaga adat.

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga adat di Sentani. Karena itu mari kita bicarakan semua hal melalui forum yang resmi agar tetap menjaga persatuan,” tutupnya. (DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar