Ketua DASS OK, Apresiasi Kepemimpinan Bupati & WaBup Jayapura, Nilai Kebijakan Mulai Berpihak pada Adat

Ketua Dewan Adat Suku Sentani Origenes Kaway,  saat di temui di rumahnya Kampung Bambar Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Jumat, 13/3/2026 (Foto; Doc YaMo)



SENTANI-JAYAPURA | Suaracyclops.com – Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Origenes Kaway, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Kabupaten Jayapura Dr. Yunus Wonda dan Wakil Bupati. Haris R Yoku, yang dinilainya mulai memberikan perhatian nyata terhadap keberadaan dan peran lembaga adat di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Origenes Kaway saat ditemui di kediamannya di Kampung Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Jumat (13/3).

Dalam keterangannya, Kaway mengatakan bahwa selama lebih dari dua dekade terakhir, berbagai program pemerintah daerah sering disampaikan dalam masa kampanye, namun belum sepenuhnya diwujudkan dalam kebijakan nyata yang menyentuh masyarakat adat.

“Kurang lebih selama 23 sampai 24 tahun ini, banyak rencana pemerintah disampaikan. Setiap masa kampanye ada visi dan misi, tetapi kebijakan yang benar-benar menyentuh kepala suku dan masyarakat adat belum terlalu terasa,” ujarnya.

Namun menurutnya, dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinan Bupati Jayapura saat ini, sejumlah kebijakan mulai menunjukkan perhatian terhadap peran adat, termasuk dalam upaya pemberdayaan kampung dan keterlibatan lembaga adat dalam pembangunan daerah.

Ia menilai, meskipun pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Bupati tetap berupaya menjalankan program kerja dan visi misi yang telah disampaikan kepada masyarakat.

“Sejak dilantik sampai hari ini mereka terus bekerja aktif.

Walaupun ada efisiensi di kabupaten, tetapi beliau tetap berupaya menjalankan visi misi yang sudah disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Kaway juga menegaskan bahwa masyarakat adat selama ini sering kali hanya dilibatkan ketika terjadi persoalan di masyarakat, namun kurang mendapatkan perhatian dalam kebijakan pembangunan.

“Selama ini kami sering hanya menjadi ‘pemadam kebakaran’. Ketika ada masalah baru adat dipanggil, setelah selesai kami dilupakan. Padahal adat, gereja dan pemerintah seharusnya berjalan bersama,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah terus memperkuat kemitraan dengan lembaga adat, termasuk memberikan dukungan terhadap keberadaan Dewan Adat di wilayah Kabupaten Jayapura.

Selain itu, Kaway juga menyampaikan rencana memulai aktivitas kantor Dewan Adat di Sentani pada 17 Maret mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat peran lembaga adat dalam masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kantor tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi bagi sembilan wilayah adat suku di Kabupaten Jayapura.
Di akhir pernyataannya, Kaway mengajak pemerintah daerah untuk terus bekerja dengan komitmen dan kejujuran dalam melayani masyarakat.

“Kami dari sembilan wilayah adat suku di Kabupaten Jayapura mendukung pemerintah selama bekerja dengan jujur di atas tanah ini. Siapa yang bekerja dengan tulus untuk masyarakat, pasti akan melihat hasilnya,” tutupnya. (DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar