Laskar Gibran Laporkan Perkembangan Organisasi ke Jokowi, Bahas Konsolidasi Nasional

Temui Jokowi di Solo, Ketum Laskar Gibran bahas konsolidasi Nasional dan program ekonomi figital. Rabu, 11/3/2026 (Foto; Doc Laskar Gibran)



SOLO | Suaracyclops.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, bersama jajaran pengurus melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut membahas penguatan konsolidasi organisasi relawan serta dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Leonardo Sirait mengatakan, pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu menjadi momen silaturahmi sekaligus kesempatan untuk melaporkan perkembangan organisasi Laskar Gibran kepada Jokowi.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan organisasi serta menegaskan komitmen Laskar Gibran untuk tetap solid dalam mendukung dan mengawal program pemerintahan Prabowo–Gibran,” ujar Leonardo usai pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut, Leonardo juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Laskar Gibran yang akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari 34 provinsi di Indonesia.

Selain membahas konsolidasi organisasi, Laskar Gibran turut memaparkan sejumlah inisiatif program berbasis ekonomi digital yang ditujukan untuk membuka peluang usaha serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Beberapa program yang diperkenalkan antara lain Laundry Kita, Antar Kita, Lumbung Kita, serta program pengelolaan sampah berbasis kolaborasi masyarakat bernama KEPUL.

Sementara itu, Ketua Bidang Luar Negeri, Pemerintahan dan Otonomi Daerah Laskar Gibran, Arjun Roy, turut memaparkan gagasan pemetaan talenta diaspora Indonesia melalui platform digital.

Program tersebut bertujuan menghubungkan potensi keahlian diaspora Indonesia di berbagai negara dengan kebutuhan pembangunan di dalam negeri, terutama di bidang teknologi, investasi, dan pengembangan ekonomi.

Pertemuan ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan tokoh nasional dalam mendukung pembangunan, sekaligus mendorong kontribusi generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045. (DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar