JAYAPURA, PAPUA | Suaracyclops.com — Sosok Bas Suebu atau yang akrab disapa “Kaka Bas” dinilai sebagai salah satu figur pemimpin Papua yang jejak dan pengaruhnya melampaui jabatan formal. Di usia ke-80 tahun, kisah dan nilai kepemimpinannya terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua.
Hal itu disampaikan oleh Victor Abraham Abaidata, yang mengenang Kaka Bas sebagai pemimpin yang tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat Papua.
Menurut Victor, perjalanan kepemimpinan Kaka Bas dimulai sejak usia muda. Pada usia 28 tahun, ia telah dipercaya sebagai Ketua KNPI Irian Jaya pertama. Kariernya terus berkembang, mulai dari anggota DPRD Provinsi, Ketua DPRD Provinsi Irian Jaya, hingga menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya ke-9 pada usia 42 tahun.
Selain itu, Kaka Bas juga pernah mengemban sejumlah posisi strategis di tingkat nasional dan internasional, di antaranya sebagai anggota MPR RI dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko.
Ia kemudian kembali dipercaya memimpin sebagai Gubernur Papua ke-13 periode 2006–2011. “Perjalanan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak semata soal usia, tetapi tentang keberanian, integritas, dan visi besar,” ujar Victor.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya bersama Kaka Bas. Salah satunya terjadi pada tahun 2004, saat ia terlibat dalam kegiatan nasional Kaukus Pemuda Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta yang dihadiri oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
Dalam kesempatan tersebut, Victor berinteraksi langsung dengan Kaka Bas yang saat itu didorong oleh masyarakat untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Papua 2006.
“Beliau menyampaikan secara sederhana namun bermakna, meminta saya untuk ikut membantu jika maju. Itu menjadi kehormatan sekaligus panggilan pengabdian,” kenangnya.
Victor kemudian memutuskan kembali ke Papua dan terlibat dalam proses yang mengantarkan Kaka Bas kembali memimpin Papua. Setelah pelantikan, ia juga dipercaya untuk membantu sebagai staf di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang berharga, tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam memahami nilai kepemimpinan, disiplin, dan keteladanan.
Kaka Bas dikenal sebagai pemimpin yang visioner dengan jaringan luas, serta memiliki karakter disiplin, teliti, dan tegas. Namun di balik itu, ia juga dinilai memiliki kebijaksanaan dan konsistensi yang kuat dalam menjalankan kepemimpinan.
“Beliau bukan hanya memimpin, tetapi membuka jalan bagi orang lain untuk berkembang,” kata Victor.
Lebih jauh, ia menilai bahwa warisan terbesar Kaka Bas bukan sekadar jabatan atau capaian, melainkan standar nilai tentang bagaimana generasi Papua harus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengabdi dengan tulus bagi daerahnya.
Di usia ke-80 tahun, sosok Kaka Bas tetap dikenang sebagai inspirasi lintas generasi—pemimpin yang jejaknya terus hidup dan menjadi pelita bagi masa depan Papua. (DanTop)
0 Komentar