Foto document saat Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, berjabat tangan dengan Mantan Bupati Tolikara Jhon Tabo. Minggu, 3/5/2026 (Foto; Doc VAA)
JAYAPURA | Suaracyclops.com — Sosok Bas Suebu atau yang dikenal luas sebagai “Kaka Bas” terus dikenang sebagai figur pemimpin yang membumi dan dekat dengan rakyat Papua. Di usia ke-80 tahun, kiprah dan nilai kepemimpinannya kembali menjadi refleksi, salah satunya disampaikan oleh John Tabo.
Dalam pernyataannya, John Tabo menggambarkan Kaka Bas sebagai sosok yang telah memberi pengaruh besar dalam perjalanan hidup dan cara pandangnya tentang kepemimpinan, bahkan sejak usia muda.
Menurutnya, perjalanan Kaka Bas menunjukkan bahwa kepemimpinan besar lahir dari pengabdian yang sederhana. Kariernya dimulai sebagai pengamat cuaca di Direktorat Meteorologi dan Geofisika Irian Barat pada era 1970-an, dengan penugasan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk karakter kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Nama Kaka Bas mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Irian Jaya periode 1982–1988. Pada masa itu, ia menjadi simbol harapan bagi generasi muda Papua bahwa pemimpin besar dapat lahir dari latar belakang sederhana dan tetap mengutamakan pengabdian.
Kepemimpinannya semakin terasa ketika menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya ke-9. Ia dikenal melalui pendekatan “Kaka Bas Turdes” (1988–1993), yakni turun langsung ke kampung-kampung untuk mendengar dan melihat kondisi masyarakat. Pendekatan ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak berjarak.
Pada periode keduanya sebagai Gubernur Papua (2006–2011), Kaka Bas melanjutkan semangat tersebut melalui program RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung), yang menitikberatkan pembangunan dari kampung dan berfokus pada masyarakat Papua.
John Tabo juga mengenang kedekatannya dengan Kaka Bas dalam berbagai fase perjalanan kariernya. Saat Kaka Bas menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, John Tabo saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Jayawijaya. Keduanya kemudian kembali berinteraksi saat sama-sama mengemban jabatan penting di Papua.
“Dalam berbagai kesempatan, kami berdialog dan saling menguatkan dalam satu semangat, yakni membangun Papua dengan hati, keberanian, dan ketulusan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung momentum tahun 2007 ketika keduanya menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian mereka.
Dalam perjalanan politik, John Tabo pernah dipilih oleh Kaka Bas sebagai pasangan calon Wakil Gubernur Papua pada Pilkada 2011. Namun, proses tersebut tidak berjalan mulus hingga akhirnya mereka tidak dapat mengikuti kontestasi secara penuh.
Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang keteguhan dan kerendahan hati dalam menghadapi dinamika politik.
Lebih lanjut, John Tabo menilai Kaka Bas sebagai inspirasi yang terus hidup bagi masyarakat Papua, khususnya generasi muda dari wilayah pegunungan. Ia juga menyebut almarhum Alex Hesegem sebagai salah satu kader yang berhasil melanjutkan jejak kepemimpinan tersebut.
Kini, sebagai Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo mengaku perjalanan kepemimpinannya tidak terlepas dari nilai dan teladan yang diwariskan oleh Kaka Bas, terutama dalam membangun manusia Papua dan mendorong kemajuan daerah.
Di usia ke-80 tahun, Kaka Bas dinilai telah meninggalkan warisan penting, bukan hanya dalam bentuk jabatan dan prestasi, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan seperti ketulusan, keberanian, dan komitmen untuk melayani masyarakat.
“Pemimpin sejati bukanlah mereka yang berdiri di atas rakyat, tetapi yang berjalan bersama rakyat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, John Tabo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kaka Bas serta harapan agar nilai-nilai kepemimpinannya terus menjadi inspirasi bagi generasi Papua ke depan. (DanTop)
0 Komentar