Direktur Yayasan Sama-Sama Papua, Sherlly Liborang, saat diwawancarai pada kegiatan pelatihan literasi digital di Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Selasa, 16/6/2026 (Foto; Dani)
Program ini merupakan kegiatan perdana yayasan yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman dan produktif.
Direktur Yayasan Sama-Sama Papua, Sherlly Liborang, mengatakan program tersebut mendapat dukungan dari British Council dan akan dilaksanakan di 10 kampung yang tersebar di Kabupaten Jayapura.
“Ini merupakan kegiatan pertama Yayasan Sama-Sama Tanah Papua yang fokus pada literasi digital tingkat dasar. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pelatihan tingkat menengah atau intermediate,” kata Liborang.
Menurutnya, pelatihan akan menjangkau sejumlah kampung di wilayah pesisir Danau Sentani, Distrik Nimboran, hingga Distrik Waibu dan Sentani. Program ini menyasar kelompok pemuda, perempuan, serta penyandang disabilitas.
Sherlly menegaskan bahwa pelatihan dirancang agar inklusif dan dapat diikuti oleh berbagai kelompok disabilitas, termasuk penyandang tuna daksa, tunarungu, maupun tunanetra.
“Kami ingin memastikan generasi muda dan masyarakat Kampung Sereh juga mendapatkan akses yang sama terhadap pengetahuan dan keterampilan digital,” ujarnya.
Pada tahap awal, peserta akan mempelajari pengenalan teknologi digital, penggunaan perangkat digital, serta keamanan digital.
Materi keamanan digital menjadi salah satu fokus utama mengingat tingginya risiko penyalahgunaan teknologi dan ancaman di ruang digital.
“Banyak orang merasa sudah memahami teknologi hanya karena setiap hari menggunakan telepon genggam atau laptop. Padahal masih banyak hal penting yang perlu diketahui, misalnya cara membuat kata sandi yang aman dan melindungi data pribadi,” jelasnya.
Pelatihan ini diperuntukkan bagi peserta berusia 18 tahun ke atas. Selain memperoleh pengetahuan baru, peserta juga akan menerima sertifikat keikutsertaan sebagai bukti telah mengikuti program pelatihan.
Pada tahap lanjutan, peserta akan dibekali pemahaman yang lebih mendalam tentang penggunaan media sosial secara positif dan produktif. Mereka akan belajar memanfaatkan media sosial untuk mendukung kegiatan komunitas, menyebarkan ide-ide kreatif, hingga memperkenalkan berbagai inisiatif masyarakat kepada publik.
Sherlly berharap pelatihan tersebut dapat menjadi modal tambahan bagi generasi muda dalam melanjutkan pendidikan, mengembangkan kemampuan diri, maupun meningkatkan peluang kerja di masa depan.
“Literasi digital bukan hanya soal menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini dinilai cukup tinggi. Hal itu menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kemampuan digital di tengah perkembangan teknologi yang terus berlangsung.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Kabupaten Jayapura dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus mendorong terciptanya ruang digital yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua kalangan. (DanTop)
0 Komentar