SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jayapura, Renaldi David Tokoro, ST, mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua yang telah memberikan edukasi keuangan kepada atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Renaldi usai membuka kegiatan Edukasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas yang digelar di Hotel Sunny Garden Lake, Sentani, Selasa (16/6).
Menurut Renaldi, edukasi keuangan sangat penting bagi atlet disabilitas karena tidak hanya memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan, tetapi juga meningkatkan literasi digital dan kemampuan dalam menyikapi berbagai transaksi yang berkembang di media sosial.
"Melalui edukasi ini, para atlet semakin memahami bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, mengenali transaksi yang legal dan aman, serta mampu membedakan antara penawaran yang masuk akal dan yang berpotensi merugikan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam era digital saat ini, masyarakat perlu memahami prinsip "legal dan logis" sebelum mengikuti suatu investasi atau transaksi keuangan.
Menurutnya, suatu tawaran tidak hanya harus memenuhi aspek hukum, tetapi juga harus masuk akal dari sisi manfaat dan risiko.
Selain itu, Renaldi menekankan pentingnya pendidikan pengelolaan keuangan sejak usia muda, terutama bagi atlet pelajar yang sedang berada pada kelompok usia remaja.
"Anak-anak harus mulai belajar mengatur keuangan sejak dini. Menabung bukan berarti menyisakan uang setelah semua kebutuhan terpenuhi, tetapi menyisihkan sebagian pendapatan atau uang yang dimiliki sejak awal. Ini penting untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat," katanya.
Renaldi berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat mengelola bonus atau penghargaan yang diperoleh dari prestasi olahraga.
Lebih lanjut, ia berharap kerja sama antara NPCI Kabupaten Jayapura dan OJK Papua dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi yang bermanfaat bagi atlet disabilitas maupun masyarakat luas di Tanah Papua.
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan. Kehadiran OJK sangat membantu masyarakat dalam memahami layanan keuangan yang benar sekaligus menjadi tempat konsultasi apabila menemukan indikasi investasi atau transaksi keuangan yang meragukan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Renaldi juga mengajak seluruh atlet dan pengurus NPCI untuk membagikan informasi yang diperoleh kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan dan investasi ilegal yang marak beredar melalui media sosial.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada OJK Provinsi Papua atas edukasi yang diberikan. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan menjadi bekal bagi para atlet dalam mengelola keuangan secara bijak di masa depan," tutupnya. (DanTop)
0 Komentar