Foto bersama kegiatan seminar bertajuk “Burung Cenderawasih di Lanskap Produksi Papua: Pendekatan Ilmiah dan Kolaboratif”. Rabu, 24/6/2026 (Foto; Doc Sorum JMF)
JAYAPURA, PAPUA | Suaracyclops.com – Upaya pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversitas) Papua terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui seminar bertajuk “Burung Cenderawasih di Lanskap Produksi Papua: Pendekatan Ilmiah dan Kolaboratif” yang diselenggarakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food bersama Universitas Cenderawasih (UNCEN) di Jayapura, Juni 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh Bupati Jayapura, Wali Kota Jayapura, perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua menegaskan bahwa biodiversitas merupakan salah satu kekayaan strategis yang dimiliki Papua dan harus dijaga secara bersama-sama.
“Papua memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Upaya pelestariannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha secara bersama-sama. Kami menyambut baik berbagai inisiatif yang mendorong penelitian, edukasi, dan kolaborasi dalam mendukung perlindungan biodiversitas Papua untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Seminar tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai upaya konservasi biodiversitas Papua, khususnya burung-burung endemik yang memiliki nilai ekologis dan budaya yang tinggi. Para narasumber berasal dari Universitas Cenderawasih, BBKSDA Papua, dan Sinar Mas Agribusiness and Food yang memaparkan pentingnya pendekatan ilmiah dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Salah satu materi yang dipresentasikan merupakan hasil penelitian kolaboratif antara Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih dengan Sinar Mas Agribusiness and Food di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura. Kajian tersebut mencakup identifikasi berbagai jenis burung, karakteristik vegetasi habitat, serta aspek sosial yang berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap keberadaan satwa endemik Papua.
Ketua Tim Peneliti Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih, Dr. Basa T. Rumahorbo, M.Si., mengatakan penelitian tersebut bertujuan memperkuat data dan pemahaman tentang kondisi biodiversitas Papua.
“Melalui kajian ini, kami berupaya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi habitat, keberadaan spesies burung, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian biodiversitas,” jelasnya.
Hasil penelitian menunjukkan pentingnya penguatan konservasi melalui riset berkelanjutan, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan habitat satwa endemik Papua. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi di masa mendatang.
Sementara itu, Head Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Dr. Haskarlianus Pasang, menegaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Cenderawasih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Kami meyakini bahwa pelestarian biodiversitas memerlukan pendekatan ilmiah dan kolaborasi multipihak. Melalui kemitraan dengan Universitas Cenderawasih dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, kami berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pengembangan pengetahuan, perlindungan habitat, serta upaya pelestarian biodiversitas Papua secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui seminar ini, para pemangku kepentingan berharap hasil penelitian dan pertukaran pengetahuan yang dihasilkan dapat memperkuat program konservasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung perlindungan habitat dan kekayaan hayati Papua bagi generasi mendatang.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan implementasi Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang mendorong pengelolaan usaha secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan jangka panjang. (DanTop)
0 Komentar