SENTANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Panitia Festival Danau Sentani (FDS) XV resmi menunda pelaksanaan festival yang semula dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan lokasi utama kegiatan yang dinilai belum memungkinkan untuk digunakan sesuai jadwal awal.
Ketua Panitia Festival Danau Sentani XV, Gilbert Yakwart, mengatakan penundaan telah disepakati dalam pertemuan bersama Bupati dan Wakil Bupati Jayapura di Hotel Cartenz Sentani, Rabu (24/6).
Menurut Gilbert, progres penyiapan lahan di lokasi utama festival yang dikoordinasikan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) baru mencapai sekitar 35 persen.
"Setelah dilakukan evaluasi bersama, progres pekerjaan belum memungkinkan untuk mendukung pelaksanaan festival pada awal Agustus. Masih ada tahapan pengecoran, penataan lokasi dan berbagai pekerjaan lainnya yang membutuhkan waktu tambahan," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan teknis, proses penyelesaian infrastruktur diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Karena itu, Bupati dan Wakil Bupati Jayapura bersama panitia memutuskan untuk menggeser jadwal pelaksanaan ke awal September 2026.
Festival Danau Sentani XV nantinya akan diawali dengan rangkaian kegiatan pra-event mulai 20 Agustus 2026, sementara acara puncak dijadwalkan berlangsung pada 1–5 September 2026.
Gilbert menegaskan bahwa penundaan tersebut juga telah dikomunikasikan dengan Kementerian Pariwisata, mengingat Festival Danau Sentani merupakan salah satu agenda yang masuk dalam kalender pariwisata nasional.
"Awalnya jadwal yang tercatat di kementerian adalah 1 sampai 5 Agustus 2026. Namun karena kondisi di lapangan belum siap, maka pemerintah daerah dan panitia sepakat mengusulkan penyesuaian jadwal ke September," katanya.
Selain persoalan kesiapan lokasi, Gilbert mengakui keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Tahun ini, anggaran Festival Danau Sentani diperkirakan berada pada kisaran Rp2 hingga Rp2,5 miliar.
Menurutnya, jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan penyelenggaraan festival pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp5 hingga Rp7 miliar untuk kegiatan yang hanya berlangsung sekitar empat hingga lima hari.
"Ini menjadi tantangan yang cukup berat. Namun kami bersyukur karena dengan adanya penundaan, persiapan dapat dilakukan lebih maksimal sehingga kualitas pelaksanaan festival bisa lebih baik," ujarnya.
Pada pelaksanaan Festival Danau Sentani XV nanti, panitia juga tengah menyiapkan sejumlah kegiatan menarik yang melibatkan masyarakat lokal. Salah satunya adalah program Makan Papeda Gratis yang akan disediakan selama satu hari penuh bagi masyarakat Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Program tersebut akan melibatkan mama-mama asli Papua, khususnya masyarakat Sentani, sebagai penyedia makanan tradisional.
Selain itu, panitia juga berencana menggelar kegiatan Minum Kopi Gratis dengan mempromosikan kopi asal Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkenalkan produk unggulan daerah kepada para pengunjung.
Tidak hanya itu, panitia juga tengah menjajaki peluang pencatatan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui sejumlah atraksi budaya yang akan ditampilkan selama festival berlangsung.
"Festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta promosi potensi pariwisata Kabupaten Jayapura kepada dunia luar," tutup Gilbert.
Festival Danau Sentani merupakan agenda budaya tahunan yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Sentani, seni pertunjukan, kuliner lokal, hingga berbagai atraksi budaya khas Papua yang selama ini menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Jayapura. (DanTop)
0 Komentar