Pelindo TPK Jayapura Salurkan Bantuan Mesin Beras Sagu, Dorong Ketahanan Pangan dan Penguatan UMKM Perempuan Papua

Terminal Head PT Pelindo TPK Jayapura, Agus Setiawan Nazar. Kamis, 30/7/2026 (Foto; Dani)



SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com – PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan mesin pembuatan beras sagu kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Huruwakha di Kelurahan Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Kamis, (30/7).

Terminal Head PT Pelindo TPK Jayapura, Agus Setiawan Nazar, mengatakan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Program TJSL ini merupakan program BUMN yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Di Pelindo sendiri terdapat Pelindo Regional Jayapura dan PT Pelindo Terminal Petikemas sebagai anak usaha level satu. Pada kesempatan ini, kami yang menyalurkan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani Huruwakha," ujarnya usai penyerahan bantuan.

Agus menjelaskan, proses penyaluran bantuan tersebut telah dipersiapkan selama kurang lebih empat bulan melalui koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk Ondoafi serta dukungan Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang aktif mendorong pemberdayaan perempuan Papua melalui pengembangan usaha mikro.

Menurutnya, Pelindo sebelumnya lebih banyak melaksanakan program pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove. Namun kali ini perusahaan memilih fokus pada pengembangan sagu karena sejalan dengan program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden mengenai penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan.

"Kami ingin program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama kelompok perempuan yang mengembangkan usaha berbasis sagu," katanya.

Pelindo tidak hanya memberikan bantuan alat, tetapi juga membangun konsep pengembangan dari hulu hingga hilir. Pada tahap hulu, perusahaan mendorong penanaman dan pemeliharaan bibit sagu agar tumbuh dengan baik. Sementara pada tahap hilir, hasil budidaya sagu diharapkan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, termasuk beras sagu.

Agus mengaku telah mencoba beras sagu hasil produksi kelompok perempuan di Sentani dan menilai kualitasnya sangat baik.

"Saya sudah mencobanya. Rasanya enak dan menurut saya lebih sehat. Selama ini kami mengenal beras merah dari luar daerah, tetapi ternyata beras sagu produksi Papua juga memiliki kualitas yang sangat baik," ungkapnya.

Selain mendukung kelompok tani perempuan, Pelindo juga tengah menyiapkan program pemberdayaan bagi kelompok nelayan di kawasan pesisir Kota Jayapura, termasuk masyarakat di sekitar Kampung Buton dan Pulau Kosong. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan Polresta Jayapura Kota untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan, seperti produksi ikan asap oleh kelompok perempuan binaan.

"Kami sedang melakukan pemetaan potensi masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat berkembang secara berkelanjutan," jelasnya.

Ia menambahkan, setiap program TJSL akan melalui proses evaluasi sehingga bantuan yang diberikan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Lebih jauh, Agus berharap pengembangan industri sagu di Papua dapat terus meningkat hingga mampu menembus pasar ekspor. Menurutnya, Pelindo memiliki program Gerakan Dorong Ekspor (GEDOR Pelindo) yang siap mendukung pelaku UMKM apabila kapasitas produksi telah memenuhi kebutuhan pasar.


"Kalau suatu saat produksi beras sagu bisa mencapai puluhan ton setiap bulan dan ada permintaan dari luar negeri, Pelindo siap mendukung proses ekspornya. Bahkan tadi juga disampaikan bahwa Jepang sudah lebih dahulu mengenal produk sagu. Kalau ada permintaan pasar, tentu akan kami fasilitasi," tutup Agus. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar