SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Henock Puraro, turun langsung menemui massa aksi damai yang digelar oleh orang tua dan wali murid SD Inpres Lentera Kampung Harapan (Nolokla), Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (4/8).
Kehadiran Senator Papua tersebut bertujuan mendengar secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama penyampaian pendapat berlangsung.
Di hadapan para orang tua murid, Henock Puraro menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama pihak yayasan telah melakukan komunikasi terkait penyelesaian persoalan pengelolaan sekolah.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat mengeluarkan pembiayaan ganda terhadap sekolah yang sama. Karena itu, penyelesaian administrasi dan pengelolaan sekolah perlu dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun penggunaan anggaran.
"Pemerintah tidak mungkin membayar dua kali. Karena itu persoalan ini sudah dibicarakan bersama pihak yayasan agar tidak menimbulkan masalah bagi pemerintah," ujar Henock Puraro.
Ia mengatakan, hasil komunikasi sementara menunjukkan adanya kesepakatan bahwa pihak yayasan bersedia mengambil alih pengelolaan dua sekolah yang menjadi pokok persoalan. Pemerintah pun telah melakukan pembicaraan dengan yayasan sebagai bagian dari upaya mencari solusi terbaik.
Selain itu, Henock Puraro mengungkapkan bahwa masih terdapat persoalan administrasi berupa dua surat pelepasan yang menjadi dasar penyelesaian status sekolah. Menurutnya, pemerintah masih menunggu kepastian mengenai dokumen resmi tersebut agar proses penyelesaian dapat dilakukan sesuai ketentuan.
"Masih ada dua surat pelepasan yang menjadi perhatian pemerintah. Kami berharap dokumen resmi segera disampaikan sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Henock Puraro mengapresiasi aksi damai yang dilakukan masyarakat dan mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan anarkis.
Ia meminta masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib dan memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menyampaikan hasil pembicaraan yang sedang berlangsung.
"Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis. Sampaikan aspirasi dengan baik, setelah itu kita menunggu penjelasan resmi dari Bupati. Semua persoalan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah," tegasnya.
Henock juga mengungkapkan bahwa Kapolres Jayapura bersama Bupati Jayapura telah melakukan langkah-langkah mediasi terhadap para pihak yang bersengketa, termasuk melalui pendekatan adat, guna mencari penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelesaian persoalan tersebut, Henock mengatakan seluruh perkembangan di lapangan telah didokumentasikan oleh stafnya dan akan segera dilaporkan kepada Bupati Jayapura maupun pemerintah pusat di Jakarta sebagai bahan tindak lanjut.
Menutup penyampaiannya, Senator Papua itu mengajak masyarakat, aparat keamanan, serta seluruh pihak terkait untuk terus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan pendidikan anak-anak.
"Yang paling penting adalah masa depan anak-anak kita. Mari kita jaga keamanan bersama, hormati aparat yang bertugas, dan tetap mengedepankan doa, dialog, serta penyelesaian yang damai demi kepentingan generasi penerus," pungkas Henock Puraro.
Aksi damai tersebut berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan TNI. Hingga kegiatan berakhir, situasi tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif, sementara para orang tua murid berharap pemerintah segera mengambil keputusan yang memberikan kepastian terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di SD Inpres Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. (DanTop)
0 Komentar