Mantan Kepala Kampung Bangai Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Apresiasi Pelayanan Medis di Wilayah Terisolir Jayapura

Mantan Kepala Kampung Bangai, Distrik Gresi Selatan.  Daud Udam. Senin,12/1/2026 (Foto; Doc MD)



SENTANI | Suaracyclops.com – Mantan Kepala Kampung Bangai, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura, Yakob Udam, menyampaikan pernyataan resmi terkait kondisi pembangunan, pelayanan publik, serta realitas wilayah terisolir di Kabupaten Jayapura, khususnya Kampung Bangai dan Kampung Omon.

Dalam pernyataannya, Yakob Udam memperkenalkan diri sebagai mantan kepala kampung periode 2017–2023, yang selama menjabat terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kampung. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya bukan sekadar opini, melainkan berdasarkan pengalaman empiris dan kejadian nyata yang dialami selama bertahun-tahun.

Yakob menyoroti fenomena Kampung Omon yang belakangan menjadi perhatian publik dan media, seiring dengan kunjungan kerja Bupati Jayapura ke wilayah tersebut. Menurutnya, Kampung Omon kerap dianggap sebagai “primadona”, namun di balik itu tersimpan persoalan mendasar, yakni keterisolasian wilayah yang telah berlangsung sejak lama.

“Pertanyaannya bukan hanya mengapa Omon disorot hari ini, tetapi mengapa sejak awal terbentuknya pemerintahan hingga sekarang, wilayah ini tetap terisolasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kemampuan analisis perencanaan pembangunan, khususnya dalam membuka akses infrastruktur di wilayah-wilayah terisolir Kabupaten Jayapura. Yakob menyebut bahwa perencanaan yang matang dan berbasis analisis lapangan menjadi kunci utama dalam menjawab persoalan keterbatasan akses.

Dalam konteks ini, ia menyinggung peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, agar lebih serius dan responsif terhadap aspirasi masyarakat yang telah disampaikan berulang kali melalui proposal, Musrenbang, serta forum-forum resmi perencanaan pembangunan daerah.

“Aspirasi masyarakat sudah disampaikan melalui berbagai mekanisme resmi. Ini seharusnya menjadi catatan penting dalam penyusunan RKPD Kabupaten Jayapura,” tegasnya.

Di sisi lain, Yakob Udam memberikan apresiasi tinggi kepada tenaga kesehatan, khususnya petugas di Puskesmas Asaduyat, Bangai. Ia menyebut para tenaga medis sebagai pelayan yang setia, konsisten, dan tulus melayani masyarakat meski dengan keterbatasan fasilitas dan kondisi geografis yang sulit.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Komunitas Medis Papua Tanpa Batas, yang menurutnya tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih dalam pelayanan mereka di wilayah terisolir.

“Mereka bukan sekadar tenaga medis, tetapi pelayan kemanusiaan yang hadir dengan ketulusan dan kepedulian,” ungkapnya.

Tak lupa, Yakob Udam menyampaikan apresiasi kepada awak media yang telah meliput dan menyampaikan informasi pembangunan secara konstruktif kepada publik. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membuka ruang transparansi dan menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Mengakhiri pernyataannya, Yakob menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan faktor kunci yang akan menentukan masa depan pelayanan publik, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah terisolir Kabupaten Jayapura.

“Apa yang saya sampaikan adalah bagian dari dampak pembangunan yang belum merata. Infrastruktur adalah fondasi utama,” pungkasnya.
Ia menutup pernyataan dengan harapan agar semua pihak dapat bekerja sama demi pembangunan yang adil dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura. (MD/DanTop) 

Posting Komentar

0 Komentar