Bakso Ikan untuk Cegah Stunting dan Gizi Kurang, Dinas Kelautan dan Perikanan Salurkan Bantuan ke Posyandu Otauw Kampung Sereh

Foto bersama usai penyerahan simbolis  bakso ikan kepada pengurus posyandu Otauw Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Kamis, 4/6/2026 (Foto; Nagret)


SENYANI, JAYAPURA | Suaracyclops.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura terus mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemberian makanan olahan berbahan dasar ikan kepada masyarakat. Salah satu bantuan yang disalurkan adalah bakso ikan yang diterima langsung oleh kader kesehatan Posyandu Otauw, Kampung Sereh, Distrik Sentani pada hari Kamis, (4/6). 

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura, Petrus Ohee, S.Pi, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Ikan mengandung protein yang tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan anak. Karena itu kami mengolahnya menjadi bakso ikan yang mudah dimakan, mudah dicerna, dan disukai anak-anak. Selain untuk balita, makanan ini juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga,” ujar Petrus Ohee.

Ia menjelaskan, pada tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan menyalurkan bakso ikan ke delapan distrik di Kabupaten Jayapura. Untuk Distrik Sentani, bantuan telah disalurkan ke sejumlah kampung, termasuk Kampung Sereh, dan akan dimanfaatkan melalui kegiatan Posyandu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Tujuannya agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kuat, sehingga bersama-sama kita dapat menekan angka stunting dan juga gizi kurang di Kabupaten Jayapura,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Posyandu Otauw Kampung Sereh, Yuliana Mokay, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Menurutnya, bantuan makanan tambahan berupa bakso ikan sangat membantu kader Posyandu dalam menyediakan variasi menu bergizi bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dengan adanya menu tambahan seperti bakso ikan, anak-anak menjadi lebih semangat datang ke Posyandu. Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga mendapatkan asupan gizi yang baik. Kami berharap melalui program ini kasus gizi kurang dan stunting dapat terus menurun bahkan tidak ada lagi di Kampung Sereh,” kata Yuliana.


Melalui kolaborasi antara pemerintah dan kader kesehatan di tingkat kampung, diharapkan upaya pencegahan stunting dan gizi kurang dapat berjalan lebih efektif sehingga generasi muda Kabupaten Jayapura tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. (Nagret)

Posting Komentar

0 Komentar