Bus Pemkab Jayapura Sempat Dihadang Massa, Orang Tua Murid Tuntut Hak Belajar Anak Dipulihkan

Ratusan Orang Tua Murid SD Inpres Lentera Harapan hadang bis PemKab yang mengantar ASN ke Kantor Bupati, di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Selasa, 4/8/2026 (Foto; Dani)



SENTANI,JAYAPURA | Suaracyclops.com – Ratusan orang tua dan wali murid SD Inpres Lentera Harapan, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap pemalangan gedung sekolah yang telah berlangsung hampir empat bulan.

Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIT itu dipusatkan di depan gedung SD Inpres Lentera Harapan, tepat di ruas Jalan Raya Abepura–Sentani. Dalam aksi tersebut, massa menutup satu lajur jalan sehingga arus lalu lintas dari arah Abepura menuju Sentani sempat mengalami kepadatan.

Para peserta aksi membentangkan berbagai spanduk, poster, dan pamflet berisi tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Jayapura segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan pemalangan sekolah yang dinilai telah menghambat proses belajar mengajar para siswa.

Koordinator aksi, Falen Tungkoiye, mengatakan bahwa kegiatan penyampaian aspirasi tersebut telah memperoleh izin dari pihak kepolisian dan berlangsung sesuai jadwal, yakni mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIT.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Harapan kami hanya satu, pemerintah segera memberikan solusi agar anak-anak kami bisa kembali belajar dengan normal," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, massa sempat menghentikan laju bus milik Pemerintah Kabupaten Jayapura yang mengangkut aparatur sipil negara (ASN) menuju kawasan perkantoran Gunung Merah. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Meski demikian, aparat dari Polri yang mengamankan jalannya aksi segera melakukan pengaturan lalu lintas sehingga situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

Selama aksi berlangsung, massa terus menyuarakan harapan agar Bupati Jayapura turun langsung menemui para orang tua murid untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Sekitar pukul 10.00 WIT, Bupati Jayapura akhirnya tiba di lokasi dan melakukan dialog dengan perwakilan massa. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan kondusif.

Usai berdialog selama beberapa menit, massa sepakat membuka kembali akses jalan yang sebelumnya ditutup sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil komunikasi dengan pemerintah daerah.

Sekitar pukul 11.00 WIT, arus lalu lintas di ruas Jalan Raya Abepura–Sentani kembali normal dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa.

Para orang tua murid berharap hasil pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Jayapura agar persoalan pemalangan sekolah dapat diselesaikan secepatnya, sehingga kegiatan belajar mengajar di SD Inpres Lentera Harapan dapat kembali berjalan normal demi kepentingan pendidikan anak-anak. (DanTop)

Posting Komentar

0 Komentar